Dilanda Perang, Ternyata Kehidupan Malam di Damaskus Suriah Masih Ada

"Selama perang, ketika bom berjatuhan, ada beberapa hari di mana tidak ada seorang tamu pun datang," demikian dikatakan Dana (24) sambil mencampur koktail Blue Moon (Reuters)

POJOKBANDUNG.com – Dengan berakhirnya pertempuran di sekitar Damaskus lambat laun rutinitas kehidupan sehari-hari kembali lagi. Saat penduduk ibu kota bisa menikmati sedikit normalitas, di bagian lain negeri, warga tetap menderita.


Sebagian besar Damaskus tidak menderita

Lebih dari tujuh tahun lalu perang Suriah meletus. Berbeda dengan kondisi sebagian besar negeri, Ibu Kota Suriah, Damaskus, tidak terlalu menderita akibat pertempuran ini. Pasukan Presiden Bashar al Assad menguasai dan menjaga keamanan ibu kota. Memang kota masih bisa jadi sasaran bom, tetapi zona aman masih ada.

Suriah, Damaskus, perang syria, syria, perang,
Ibu Kota Suriah, Damaskus, tidak terlalu menderita akibat pertempuran (Reuters)

Kehidupan malam di ibu kota

Setelah berakhirnya pertempuran di kawasan itu, warga lambat laun kembali ke normalitas. Di bar bernama Marionette Bar di kota tua Damaskus sejumlah warga berusia muda merayakan ulang tahun seorang kawan. Di kawasan ini kehidupan malam marak, dan tidak pernah terhenti sepenuhnya walaupun saat perang.

Minum koktail di kota tua

“Selama perang, ketika bom berjatuhan, ada beberapa hari di mana tidak ada seorang tamu pun datang,” demikian dikatakan Dana (24) sambil mencampur koktail Blue Moon. “Tapi kami tidak pernah berhenti bekerja.” Musim panas ini bar, restoran dan kafe di kota tua kembali hidup. Ini musim panas pertama sejak 2011, di mana alarm perang tidak terdengar.

Jika orang pergi hanya beberapa kilometer dari ibu kota Damaskus, maka kehancuran yang diakibatkan perang Suriah akan tampak. Di sana, di mana pemberontak dulu berkuasa, jalan kembali ke kehidupan normal sangat lah panjang dan sulit.

Hidup sehari-hari berserakan di sela reruntuhan

Di Duma, hanya sekitar 15 km dari Damaskus, jalanan dipenuhi reruntuhan. Kawasan perumahan dan pertokoan hancur akibat perang. Hanya beberapa bulan lalu pertempuran berakhir. Pembangunan kembali kemungkinan akan makan dana ratusan miliar Dolar. Beban itu tidak mungkin bisa dipikul rezim sendirian. Seberapa lama waktu yang diperlukan untuk bisa kembali ke normalitas?

Bekerja dengan apa yang ada

Negara-negara Barat menjadikan reformasi politik sebagai hal yang menentukan bagi keputusan pemberian bantuan. Sementara warga di kawasan yang hancur akibat perang hanya bisa menggunakan sarana yang masih tersisa. Banyak rumah sakit hancur lebur atau rusak berat. Tapi para dokter tetap bekerja di ruang bawah tanah, jika dibutuhkan.

Tidak ada masa depan di Suriah?

Di Damaskus, tantangan ekonomi juga berperan besar. Banyak warga Suriah mempertimbangkan untuk pergi. “Saya suka pekerjaan saya. Saya suka bar-bar dan kehidupan malam di sini. Tapi sebenarnya saya ingin pergi dari Suriah,” kata pemilik bar Rasha.

 

DW

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …