Gelar Pajak Bertutur, DJP Jabar I Bidik Kaum Milenial

Kepala Kanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo.

Kepala Kanwil DJP Jabar I Yoyok Satiotomo.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kantor Wilayah Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak Jawa Barat gelar giat Pajak Bertutur. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menggaet para kaum milenial agar semakin siap dalam menghadapi bonus Demografi.


Kepala Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo menjelaskan, lembaga riset Mckinsey Global Institute memprediksi Indonesia akan memiliki bonus demografi pada 2030. Jumlah penduduk usia produktif akan berjumlah dua kali lipat dari penduduk usia tua atau usia bayi.

“Bonus demografi itu justru akan menimbulkan bumerang demografi jika tidak diantisipasi,”ujar Yoyok saat sambutan di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (25/10).

Untuk mempersiapkan generasi emas yang sadar pajak, kata dia, salah satu upaya Ditjen Pajak adalah dengan menggelar Pajak Bertutur. Pajak bertutur merupakan upaya bersama Direktorat Jenderal Pajak dengan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti selaku pihak yang membidangi pendidikan untuk menanamkan kesadaran pajak.

“Terutama untuk peserta didik dan tenaga pendidik melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam Pendidikan,” ungkapnya.

Menurut dia, APBN Indonesia sangat bergantung pada sektor perpajakan. Sekitar 85% APBN Indonesia berasal dari pajak yang masyarakat bayarkan. Bisa diibaratkan, pajak adalah tulang punggung negara.

“Disamping sumber pendapatan negara, pajak pun menjadi salah satu instrumen kebijakan fiskal,”jelasnya.

Para mahasiswa sebagai generasi muda ia rasa, harus produktif dan inovatif serta menguasai ilmu pengetahuan dan literasi teknologi. Masyarakat semua harus siap menghadapi era disruptif teknologi yang kian hari semakin nyata.

“Namun, tetap harus memiliki etos kerja, sikap terbuka, serta mampu bekerja sama untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang semakin kompleks,”sambungnya.

Yoyok menambahkan, dengan menjadi generasi yang sadar pajak, nasib bangsa Indonesia bisa menjadi lebih baik di masa depan. ia yakin anak-anak muda kini dapat mempercepat perubahan-perubahan itu dengan cara-cara milenial.

“Mari berkontribusi menjadi generasi sadar pajak. Jika belum menjadi pembayar pajak, minimal dengan media sosial, dengan cara mengamplifikasi channel, konten, dan program-program yang baik untuk masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap, dalam program ini, para siswa/mahasiswa memahami nilai-nilai pajak yang di sampaikan. Pajak Bertutur diharapkan mampu menggugah kesadaran pajak sejak dini.

“Sehingga ketika nanti menjadi Wajib Pajak dalam dirinya sudah tertanam arti penting pajak bagi pembangunan,”pungkasnya.

Untuk diketahui, acara tersebut juga melibatkan kerja sama antara Ditjen Pajak dan Universitas Islam Bandung (Unisba) dengan menandatangani nota kesepakatan kedua belah pihak dalam program Pajak Bertutur. (azs)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …