Pengusaha Properti Lebih Tertarik Inves di Luar Negeri

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sulitnya invetasi di Kota Bandung membuat para pengusaha properti lebih memilih berinvestasi di luar negeri.


“Yang menjadi kendala di dalam negeri biasanya masalah lahan. Banyak pembebasan lahan yang berujung dengan sengketa,” ujar GM Strategik dan Corporate Communication Crown Group Indonesia Bagus Sukmana.

Menurut bagus, hal ini berbeda dengan kondisi di luar negeri, Australia misalnya, yang sangat memudahkan bagi iklim investasi.

“Kalau di Australia, sejarah kepemilikan tanah bisa diketahui dengan sekali klik,” tambahnya.

Selain itu, kenyamanan lingkungan di Australia, menjadi alasan untuk mengembangkan usaha properti bahkan untuk tinggal di sana.

Karenanya, lanjut Bagus, sejak beberapa bulan lalu pihaknya menawarkan hunian ramah lingkungan di Sydney, Australia. Ternyata, respons masyarakat terhadap properti di luar negeri cukup bagus.

“Dari target NUP (nomor urut pemesanan) 20 unit, 15 sudah terbooking. Menariknya, pemesan terbanyak dari Bandung dan Surabaya. Bahkan Bandung mengalahkan Jakarta yang biasanya cukup banyak investasi properti,” kata Bagus.‎

Menurut dia, hunian yang ditawarkan Crown Group adalah apartemen dengan berbagai ukuran studio. Rate harga yang ditawarkan mulai dari Rp6 hingga 15 miliar per unit. Kawasan apartemen itu rencananya baru bakal selesai dibangun pada 2021.‎
Crown Group, kata dia, membidik warga yang memiliki niat ekspansi properti di luar negeri. Kemudian masyarakat yang berencana menyekolahkan anaknya di Australia. Menurut dia, membeli properti lebih menguntungkan ketimbang sewa selama menempuh pendidikan.

“Kalau sewa ibarat uang dibuang ke laut. Tapi kalau beli, bila suatu saat mau pulang bisa dijual. Itu yang kami bidik, selain memang mereka yang mau pindah ke Australia. Catatan kami, yang beli karena pindah sampai 20% dan 50% untuk investasi,” beber dia. (mur)

Loading...

loading...

Feeds