Ini Alternatif Kebijakan Agar Indonesia Keluar dari Masalah Ekonomi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penambahan rantai nilai dari industri (hilirisasi) merupakan salah satu stimulus pertumbuhan industri pengolahan di sebuah daerah. Namun, kebijakan tersebut akan maksimal dengan dorongan insentif pemerintah.


Pengamat ekonomi yang juga Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi) Jabar, Aldrin Herwany mengatakan hilirisasi adalah alternatif untuk keluar dari berbagai permasalahan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah terhadap dollar.

“Sekarang merupakan saat yang tepat untuk menggenjot hilirisasi,” ujar Aldrin di sela-sela acara silaturahmi Fordisweb (forum diskusi ekonomi Bandung) di Bandung.

Beberapa kendala ekonomi Indonesia adalah ketidakberdayaan menghadapi volatilitas kurs, daya beli masyarakat yang tidak kunjung menguat dalam beberapa tahun terakhir, dan angka pengangguran yang terus naik

Hilirisasi yang pada dasarnya merupakan penambahan rantai nilai dari industri yang sudah ada, dengan cara membangun industri pengolahan lanjutan, akan menjadi industri yang relatif lebih tahan terhadap volatilitas kurs.

Pasalnya, yang menjadi target hilirisasi adalah produk-produk alam (tambang, pertanian, dll), yang kandungan impornya relatif sangat minim.

“JIka industri pengolahan bisa bertumbuh secara massif di berbagai daerah, sudah pasti akan membuka berbagai lapangan pekerjaan baru. Dan kalau para pengangguran bekerja, daya beli masyarakat  pasti akan menguat,” ujar salah satu calon rektor Unpad itu.

Terkait insentif yang diperlukan, Aldrin mengatakan di antaranya bisa berupa pengurangan pajak atau bahkan dibebaskan dari pajak selama beberapa waktu (grass period), kemudahan perijinan, insentif infrastruktur.

“Saat ini baru di sektor mineral, batubara
Nah, sektor pertanian, produk hutan, hasil laut, dan lainnya sama sekali belum ada pengaturan ,” katanya.

8.Menyinggung upaya untuk menemukan produk turunan (derivatif) untuk pengembangan industri pengolahan,  dia mengungkap banyak tersimpan di berbagai universitas dan lembaga penelitian lainnya. Dicontohkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti Unpad terkait produk turunan Kelapa.

Selama ini yang dikenal dari kelapa contohnya hanya santan, tapi setelah dilakukan penelitian ternyata bisa dibuat menjadi puluhan produk lain, seperti tepung yang bisa menjadi komoditas ekspor.

“Jadi pemerintah, masyarakat, dan kampus harus memiliki sinergitas yang kuat, agar hilirisasi bisa menjadi jalan keluar yang efektif untuk permasalahan tadi. Dan saya kira sinergi ini bukan hal yang sulit sulit amat, karena saat ini semua menyadari hilirisasi merupakan salah satu pilihan terbaik yang kita punya,” kata Aldrin.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …