Dewan Pertanyakan TPPAS Regional Legok Nangka

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, Daddy Rohanady, saat meninjau TPPAS Legok Nangka, beberapa waktu lalu

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, Daddy Rohanady, saat meninjau TPPAS Legok Nangka, beberapa waktu lalu

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG — Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mempertanyakan belum dioperasionalkannya Tempat Pengolahan dan Pengelolaan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.


Hal itu dilontarkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady setelah meninjau TPPAS yang diharapkan mampu mengelola tidak kurang dari 1.800 ton per hari tersebut.

TPPAS Legok Nangka diharapkan mampu mengelola sampah dari enam wilayah, yakni Kota Bandung dan Cimahi serta Kabupaten Sumedang Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi.

Memang masih ada beberapa hal yang sempat tarik-ulur. Tiping fee adalah salah sati di antaranya. Total yang disepakati adalah Rp 487 ribu per ton, dengan pola 70 persen tanggungan kota/kabupaten dan 30 persen menjadi kewajiban provinsi. Masalah lain, misalnya, harga jual produk. Semula PLN bersedia membeli 18 cent dolar turun menjadi 13 cent dolar karena penurunan nilai tukar rupiah.

“Meski demikian, kami tetap berharap TPPAS Regional Legok Nangka tetap berproses,” ujar Wakil Ketua Komisi IV ini.

Lelang investasi belum berjalan karena JICA yang akan mendampingi belum siap dana. Awalnya lelang investasi akan dilakukan November 2018. Karena berkaitan dengan LKPP, tahap pra-kualifikasi (PQ) baru bisa dilakukan  akhir Desember.

Itu pun kalau masih on schedule. Pemerintah Pusat masih tarik ulur soal JICA yang awalnya menyatakan siap memberikan pendampingan dan dana sudah ditunjuk gubernur. Kalau tidak ada pendampingan JICA, harus ada anggaran dari APBN yang masuk.

TPPAS Legok Nangka diharapkan dapat pula menerapkan teknologi thermal. Meskipun ada teknologi unggulan dari negara tertentu, tetapi dalam lelang investasi sifatnya terbuka bagi siapapun dan dati pihak manapun.

Sebelum TPPAS Legok Nangka beroperasi, TPA Sarimukti mesti tetap berjalan. Padahal, TPA Sarimukti semula hanya diplot sampai 2018. Perpanjangan penggunaan Sarimukti sudah diajukan ke pusat tetapi belum selesai karena butuh amdal yang baru diminta ketika proses perpanjangan sudah berjalan.

“Kalau sampai saat ini progresnya seperti ini bagaimana mungkin bisa beroperasi tahun 2019? Semoga saja ada perkembangan yang cukup menggembirakan sampai akhir tahun ini,” pungkas Sekretaris Fraksi Partai Gerindra ini.

(man/mun)

 

Loading...

loading...

Feeds

Mengupas Makna Lain dari Kaleng Bekas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – MENURUT khazanah lokal bahasa Sunda, ngindeuw berarti memungut barang bekas. Selain menggambarkan proses memungut langsung objek dan …

Ribuan Ikan Mati Akibat Limbah

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Fenomena ikan mati massal kembali terjadi di sungai Cipunagara yang melintas di Kampung Ciseupan, Desa Cibuluh Kecamatan …

2020 Bisa Jadi Panggung Zalnando

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bek Persib Bandung Zalnando mulai mendapatkan kepercayaan bermain penuh  oleh Robert Alberts. Meski, ia turun dalam laga …

Wander Luiz Siap Jadi Top Skor

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wander Luiz memasang target tinggi pada musim pertamanya memperkuat Persib Bandung di Liga 1. Penyerang berkebangsaan Brasil …

PAN Target Raih Kursi Wakil Bupati

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Partai Amanat Nasional (PAN) memasang target mendapatkan kursi Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Bandung. Saat ini, pengurus …

Ajukan Tiga Tarif Cukai Baru

POJOKBANUDNG.com, JAKARTA – Tiga jenis tarif cukai baru siap diajukan Kementerian Keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Diantaranya, cukai …