Kuliah Creative Morning Tambah Wawasan tentang Industri Kreatif

FOTO BERSAMA: Sejumlah mahasiswa Universitas BSI foto bersama usai kegiatan kuliah pagi bertajuk community.

FOTO BERSAMA: Sejumlah mahasiswa Universitas BSI foto bersama usai kegiatan kuliah pagi bertajuk community.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas BSI bersama komunitas kreatif yang tergabung dalam Creative Morning menggelar seri kuliah pagi bertajuk community. Kegiatan tersebut bertujuan untuk sharing dan menambah wawasan mahasiswa terkait industri kreatif.


Koordinator Teknik dan Desain Universitas BSI, Maxsi Ary mengatakan, selain menambah wawasan seri kuliah ini merupakan bentuk pengenalan kepada mahasiswa untuk terus berkreatifitas dan menciptakan inovasi.

“Apalagi saat ini mudah masuk era revolusi industri 4.0, artinya perguruan tinggi dituntut untuk menjawab fenomena disruptive innovation,” ucap Maxsi disela-sela kegiatan, Jumat (12/10/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Melvin R.Goenawan, host dari CMYK menambahkan, Creative Mornings adalah seri kuliah pagi untuk komunitas kreatif. Acaranya terdiri dari kuliah singkat, tanya-jawab dan sarapan bersama. Kegiatan tersebut, dilakukan sebulan sekali dan terbuka untuk umum serta tidak dipungut biaya/ gratis.

“Creative Mornings sudah hadir di 116 kota di penjuru dunia, termasuk di Indonesia tepatnya di Kota Bandung, dan sudah mendatangkan ratusan pembicara dari berbagai latar belakang” papar Melvin.

Pada sesi kuliah pagi itu juga diisi Egi Anwari selaku Ketua Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia (AIDIA) Bandung. Menurut Egi, fakta desain dan komunitas sebagai titik berangkat bagi mahasiswa yang dapat ditiru. Tujuan dasar dari sebuah komunitas memiliki beberapa faktor yaitu kebutuhan, keamanan, kebanggaan dandedikasi.

“Diatas semua faktor itu kita membutuhkan interaksi dengan sesama manusia. Di Indonesia baru bisa mencanangkan bidang desain pada era tahun 70-80-an tertinggal oleh Jepang yang sudah lebih dulu memulai pada tahun 1957,” paparnya.

Jejak langkah Egi Anwari sebagai pembicara acara kuliah pagi ini sebagai seorang desainer professional yang memiliki latar belakang dari seorang designer freelancer sampai menjadi graphic designer untuk majalah dan buku.

Beberapa tahun berlalu, Egi mulai membuka usaha dengan mendirikan studio desain, sehingga terlibat dengan banyak klien, aktivitas dan komunitas. Komunitas juga merupakan jembatan para desainer dan karya-karyanya dari berbagai Universitas atau perguruan tinggi dapat mempromosikan karyanya masing-masingsecara nasional.

(arh)

 

Loading...

loading...

Feeds