Sandiaga Uno Kunjungi Pasar Cihapit

Sandiaga Uno (kiri) berdialog dengan salah satu pedagang di Pasar Cihapit, Kota Bandung, Rabu (17/10). Murwani

Sandiaga Uno (kiri) berdialog dengan salah satu pedagang di Pasar Cihapit, Kota Bandung, Rabu (17/10). Murwani

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kunjungi Pasar Cihapit, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menilai ini merupakan pasar yang baik.
Sandi menilai, ‎ini merupakan contoh pembangunan pasar kolaboratif dan partisipatif yang melibatkan masyarakat, akademisi, pengusaha, pemerintah dan pedagang pasar.

“Saya sering lihat gambar pasar Cihapit dari instagram dan cerita Kang Emil waktu masih jadi walikota. Pak Emil menceritakan pasar ini dalam kapasitas saya sebagai Ketua Umum APPSI. Dan pasar ini memang bagus,” jelas Sandiaga Uno Rabu (17/10).

Dalam Kesempatan ini, Sandi menyempatkan diri ‎sarapan di warung Ma’Eha dan Ngopi di Los Cihapit.
Selama berkeliling pasar Cihapit, Sandi didampingi penggerak pasar Cihapit, Cilik Ari Lik Gayantini. Menurut Cilik tadinya pasar ini ingin direvitalisasi tiga tahun lalu.

“Namun pedagang menolaknya. Mereka demo. Namun setelah melakukan dialog dan upaya menungkatkan kesejahteraan pedagang pasar, mereka menerima,” kata Cilik.

Menurut Cilik, para pedagang juga ikut sumbang saran dan terlibat aktif dalam membentuk kembali pasar.
Dengan pedagang yang sudah sampai lima generasi tersebut, menurut Cilik kini Cihapit menjadi salah satu pasar terbaik di kota Bandung.
Pasar Cihapit jauh dari cap pasar tradisional yang kumuh, bau dan becek. Ini menjadi pusat ekonomi. Juga dilengkapi info pasar di LED besar, sehingga para pedagang pasar tahu harga-harga paling kini dari bahan kebutuhan pokok.

‎”Pasar Cihapit lebih dari sekadar pasar, tapi juga pusat komunitas. Ada koperasi, PAUD, latihan angklung, menari, pusat enterpreuner. Selain itu untuk menarik datangnya pembeli, tiap hari ada kegiatan. Misanya Selasih, Selasa Bersih-bersih dan Rabu semua pedagang mengenakan baju daerah. Juga ada pojok instragamable. Gang penuh warna yang dilukis anak-anak para pedagang,” papar Cilik. ‎(mur)

loading...

Feeds