Tegalluar Diresmikan Sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Suasana peresmian Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung sebagai Desa Sadar Jamsos, Rabu (10/10/2018).Foto:istimewa

Suasana peresmian Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung sebagai Desa Sadar Jamsos, Rabu (10/10/2018).Foto:istimewa

POJOKBANDUNG.com, BOJONGSOANG – BPJS Ketenagakerjaan Kantar Cabang Bandung Lodaya beserta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung  meresmikan Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial (Jamsos), Rabu (10/10/2018).

Tahun 2018, Desa Tegalluar diresmikan menjadi desa sadar Jamsos ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan aparat desa dalam rangka memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat desa.

Alasan Desa Tegalluar dipilih menjadi desa sadar Jamsos Ketenagakerjaan, karena desa ini merupakan salahsatu desa yang sedang berkembang sebagai kawasan industri di Kabupaten Bandung.

Suasana peresmian Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung sebagai Desa Sadar Jamsos, Rabu (10/10/2018).Foto:istimewa

Kegiatan ini dihadiri Kabag Trantibduknaker Setda Kabupaten Bandung Febby Suryatrisna mewakili Pemerintah Kabupaten Bandung. Hadir pula Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Lodaya Alpian, Camat Bojongsoang Aep Ahmad, Kepala Desa Tegalluar Galih Hendrawan beserta jajaranya.

Kepala BPJSTK Cabang Bandung Lodaya, Alpian mengatakan, program desa sadar Jamsos merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan yang bertujuan agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program BPJS Ketenagakerjaan.

”Sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial  dan semoga Desa Tegalluar menjadi contoh sebagai desa yang sadar akan jaminan sosial,” harapnya.

Disamping itu, Alpian menyampaikan pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan untuk masyarakat desa.

”Bahwa dengan iuran sangat murah minimal kalau terjadi resiko itu mereka terproteksi. Dengan adanya risiko, mereka merasa tidak kehilangan momentum untuk proteksi keluarga yang ditinggalkannya. Baik kecelakaan kerja maupun kematian di saat tua ada jaminan hari tua di saat pensiun atau tabungan,” terangnya

Kabag Trantibduknaker, Febby mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya kata dia dengan adanya program tersebut maka diharapkan semua tenaga kerja di Desa Tegalluar bisa mengikuti program BPJSTK, baik bukan penerima upah (BPU) ataupun penerima upah (PU).

”Hal ini sejalan dengan pencanangan universal coverage jaminan sosial bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Febby.

Kepala Desa Tegalluar, Galih Hendrawan menyambut baik dengan ditetapkannya desa tegalluar menjadi desa sadara jaminan sosial ketenagakerjaan.

”Semoga warga kami mempunyai perlindungan atas risiko yang dihadapi, sehingga dapat menguatkan ekonomi warga,” pungkas Galih.

(sol/pojokbandung)

loading...

Feeds