Kontraktor ‘Serang’ Walikota Cimahi Ajay

Walikota terpilih Ajay M Priyatna (tengah) saat mengunjungi Pemkot Cimahi (Gatot Pudji)

Walikota terpilih Ajay M Priyatna (tengah) saat mengunjungi Pemkot Cimahi (Gatot Pudji)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sejak Ajay M. Priatna menjabat Walikota Cimahi terhitung Oktober 2017 lalu, sejumlah pemborong maupun kontraktor merasa dirugikan dengan kebijakannya dalam hal lelang proyek di Cimahi.

Sejumlah kontraktor yang menamakan diri mereka Forum Komunikasi Pengusaha Cimahi, juga menuding Ajay ikut bermain dalam proyek-proyek pemerintah.

Untuk mengingatkan Ajay, Pimpinan Forum Komunikasi Pengusaha Cimahi, Maruli, S.H, melakukan diskusi bersama para pengusaha yang lain dengan tajuk Forum Diskusi Pengusaha Cimahi (FDPC).

Maruli mengungkapkan, dari hasil diskusi FDPC memunculkan beberapa masalah serius yang menurutnya harus segera diatasi agar tidak menimbulkan kekisruhan antar pengusaha kontraktor. Yang akibatnya bisa berdampak terhadap hasil kerja yang tidak maksimal.

“Kami kecewa dengan sikap Ajay yang menugaskan dan mempercayai pengusaha pengadaan. Selama ini BOEP dan NI yang mengatur dan mengkondisikan paket kegiatan 2018 yang ada di SKPD,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (14/10/2018).

Menurutnya, saat ini telah terjadi monopoli paket kegiatan yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) oleh kelompok yang mengatasnamakan tim walikota, baik yang berasal dari partai politik ataupun simpatisan.

“Memang ada yang kebagian tapi tidak maksimal. Termasuk organisasi konstruksi seperti Gapensi juga sekarang tidak diakui keberadaanya,” ujarnya.

Dia menganggap, Ajay sebagai walikota hanya memanfaatkan posisi kepala daerah untuk mencari keuntungan bisnis ketimbang memberi pelayanan kepada masyarakat.”Itu opini yang berkembang dimasyarakat saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh Cimahi yang juga mantan Ketua KNPI Cimahi, Muhya Hadian mengungkapkan, seharusnya kebijakan walikota mengacu kepada aturan dan mempertimbangkan mekanisme dan filosofi tentang sejarah. Dimana Cimahi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara rekanan pengusaha dan birokrasi. Sebab, pembangunan sarana prasarana berasal dari dana pengusaha khususnya pengusaha Cimahi.

“Kalau walikota mencari dan memilih pengusaha yg datang dari luar kota, memang itu tidak salah tetapi perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

Menurutnya, yang perlu dipertanyakan saat ini adalah pemerintah yang tidak memakai pengusaha lokal atau pengusaha yang berasal dari Cimahi, sebab para pengusaha Cimahi sudah jelas ikut berkontribusi dalam pembangunan kota sejak Cimahi berdiri.

“Kalau sekarang tidak dipakai atau tidak diajak bicara maka walikota salah besar,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhamad Priatna mengaku bingung dengan tuduhan dari segelintir masyarakat yang menyebut dirinya memonopoli semua proyek yang ada di Kota Cimahi. Pasalnya ia tak pernah tahu siapa pemenang tender, sebab proses tender sepenuhnya jadi ranah Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Yang pasti saya sempat bertanya, ternyata banyak kontraktor Cimahi yang mendapat pekerjaan di Cimahi. Jadi nggak mungkin kalau pemenang proyek semuanya didominasi oleh orang di luar Cimahi,” ungkapnya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi.

Bahkan untuk meyakinkan dirinya tak sama sekali mendikte terkait pemenangan proyek, Ajay mempersilakan masyarakat untuk mengecek langsung ke lapangan.

“Teman-teman wartawan pasti semua pada kenal dengan kontraktor itu, pasti sudah pada tahu, jadi tinggal cek saja, mengecek pekerjaan mudah. Ajak masyarakat biar percaya dan semuanya transparan,” bebernya.

Kendati demikian dirinya menganggap tuduhan-tuduhan dari segelintir orang itu adalah hal yang wajar. Sebab dengan latar belakang pengusaha, dia sadar pasti banyak orang berpikir dirinya akan memanfaatkan kekuasaannya untuk mempermudah mendapatkan proyek pemerintah.

“Sudah pasti tudingan itu ada, karena latar belakang saya, makanya saya tidak pernah ikut campur. Apalagi ikut memperebutkan kue (proyek) yang ada di Kota Cimahi,” jelasnya.

Dia mengaku tahu betul dunia proyek. Untuk itu dirinya mengingatkan agar para pengusaha khususnya yang mendapatkan proyek pekerjaan pemerintah, untuk tidak coba-coba kerja tidak betul di Cimahi.

“Di samping sebagai praktisi, keilmuan saya juga disitu. Saya berharap siappun yang dapat, bekerjalah yang baik. Cimahi kan kecil mudah untuk mengeceknya,” pungkasnya.

(cr1)

loading...

Feeds