Alenne Theresia Laloan, Pengadil Perempuan yang Bikin Adem

Alen mengaku awal karirnya sebagai wasit dipicu oleh rasa penasaran. (Dok Pribadi)

Alen mengaku awal karirnya sebagai wasit dipicu oleh rasa penasaran. (Dok Pribadi)

Dia mencontohkan, pada pertandingan futsal pelanggaran sedikit saja bisa langsung meniup peluit. Sedangkan, di sepak bola, kalau tacklebersih dan mengenai bola itu tidak bisa dibilang foul. ”Jadi sepak bola lebih keras,” ucapnya sambil membetulkan rambutnya yang terkuncir.

Mahasiswi jurusan Public Relation IISIP Jakarta itu nengaku sudah memantapkan hatinya untuk bergelut di dunia wasit ketimbang menjadi pemain. Ada beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangannya. Misalnya, dia melihat peluang di wasit lebih terbuka lebar.

”Dari segala sisi (wasit, Red) punya banyak kelebihan. Terus habis itu juga bisa menjadi pencaharian meskipun saat ini belum yang utama karena masih kuliah. Tapi, dari situ, bisa biayai kuliah sendiri sama bantu orang tua. Jadi saya berpikir, ‘oh kayaknya di sini (jadi wasit) aja deh’,” tutur perempuan berusia 20 tahun itu.

Selama menjadi wasit, perempuan yang biasa merayakan ulang tahun setiap 10 Agustus itu mengaku banyak memiliki pengalaman unik. Termasuk pengalaman menyebalkan akibat disepelekan tim yang bertanding.

”Ya, biasanya karena kita cewek, jadi diistimewakan gitu. Lebih banyak disuruh duduk saja sama pemain, yang penting dibilang ada saya di situ,” ungkapnya sambil tertawa geli. Dalam memimpin pertandingan, dia mengaku selalu membawa dirinya untuk enjoy dan lebih sering tersenyum.

Namun, sebagai wasit, banyak juga rintangan yang dihadapi ketika memipin pertandingan. Mengenai pengalamannya memimpin pertandingan, Alen juga mengaku pernah merasa tidak dihargai. Terlebih, ketika memimpin laga antara klub yang cukup memiliki nama.

”Ada tim yang merasa terkenal dan wow gitu, jadi tidak bisa hargai saya. Agak seenaknya. Tidak mau terima keputusan saya,” ucapnya sebal.

Lantaran hal itu, pemain lawan dihajar sama pemain dari tim tersebut. Tapi, dia mencoba memberikan ketegasannya dengan mengeluarkan kartu. ”Dia cuma bilang, makanya yang benar. Padahal untuk peraturan dan segala macam, mereka itu tidak ada apa-apa. Ya mungkin mereka merasa wow dari situ,” keluhnya.

Pengalaman lain yang tak kalah menyebalkan didapatnya ketika pemain lawan tidak terima saat  mendapatkan kartu. ”Waktu itu pernah juga sih, pemain tendang bibir pemain lawannya, otomatis saya kartu dong. Tapi dia nggak terima dan datangi saya. Dia mau ngomong apa, ya saya tetap tenang,” ungkapnya.

Ya, ketenangan dikatakannya cukup penting ketika memimpin. ”Kekuasaaan kita kan di kartu, kalau kita ngejawab, yang pertama belum tentu itu menyelesaikan masalah. Lalu yang kedua malah bisa buat tambah panas,” jelasnya.

Namun, selesai pertandingan pemain tersebut meminta maaf. ”Lalu saya bilang, jangan kaya gitu lah. Kan di sini semua orang cari makan. Kadang kaya gitu, bercanda seperti itu,” tuturnya tersenyum
.
Alen juga mengungkapkan, wasit perempuan, khususnya di Jakarta saat ini sudah cukup banyak. Jumlahnya hampir 10 orang. Namun, dia mengaku masih kurang mendapat ekspos. Oleh sebab itu, untuk meluaskan jaringan, dia menjalin pertemanan dengan seluruh pihak tidak hanya ketika ada pertandingan.

”Kami tetap jalin pertemanan di luar. Kalau yang lain mungkin kurang sosialisasi dan pendekatan,” paparnya.

Ya, selain menjalin hubungan yang baik, Alen cukup dikenal di media sosial. Foto-fotonya ketika memimpin pertandingan ditambah senyum tipisnya itu seringkali viral. Hal itu membuat netizen tidak sanggup menahan diri untuk tidak menggodanya.

Meski begitu, Alen tidak ingin candaan dan rayuan yang dilancarkan kepadanya dibawa ke perasaan. ”Kalau saya pribadi nanggapinya bercanda saja. Mereka juga kan bercanda, ya dibawa asik saja. Kalau lagi mood saya bales satu-satu. Kadang suka senyum-senyum, ya ampun ada ada saja. Kayak gitu,” ungkapnya lalu tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Ke depan, jika lancar, dia ingin memimpin pertandingan di level nasional. Dalam regulasi, dia menyebut tidak ada larangan bagi wasit perempuan memimpin liga kasta tertinggi. Namun, saat ini, fokusnya lebih banyak untuk menambah jam terbang dan melatih fisik seperti fitness dan lari.

(raf)

loading...

Feeds

SMPN

Puluhan SMPN Tak Bisa UNBK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Minimnya fasilitas komputer yang dimiliki di setiap SMP Negeri di Subang membuat puluhan sekolah SMPN di Subang …
petugas

Dua Petugas KPPS Meninggal Dunia

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Subang telah menerima laporan adanya pengawas TPS di daerah yang meninggal …
LIPI

Tiga Hasil Penelitian LIPI Dipamerkan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2Telimek), menghadirkan tiga hasil penelitian …
PPDB

Pemprov Jabar Matangkan PPDB 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mematangkan penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Hal itu bertujuan untuk …