Waduuuh….Pelajar Kecanduan Obat Komix untuk Mabuk

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Penyalahgunaan obat batuk merek Komix merebak di kalangan remaja terutama para pelajar yang ingin mabuk-mabukan namun dengan modal yang minimal.

Kandungan Dextromethorphane di dalam cairan sirup obat batuk itu memiliki efek halusinasi dan menyebabkan tidak sadarkan diri jika dikonsumsi secara berlebihan, padahal komix merupakan obat legal.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi, Ivan Eka Satya, mabuk obat batuk komix menjadi tren di kalangan anak sekolah yang biasanya dilakukan pada saat jam pulang sekolah.

“Kalau kasusnya kita belum menemukan, tapi memang kandungan dextromethorphane di dalam Komix itu dimanfaatkan anak sekolah untuk mabuk-mabukan,” ujar Ivan saat ditemui di Kantor BNN Kota Cimahi, Jumat (12/10/2018).

Untuk mendapatkan efek mabuk hingga halusinasi dan tak sadarkan diri dari obat batuk itu, para pelakunya biasa mengonsumsi 15 sampai 20 sachet Komix yang diminum secara bersamaan.

“Sebenarnya obat batuk kalau dikonsumsi secara legal itu kan tidak apa-apa ya. Bahayanya karena dextromethorphane itu kan turunan dari opium atau heroin, tapi memang sudah dilemahkan. Kalau tidak mengonsumsi mereka bisa jadi panik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Elly Herlia, mengaku akan sulit melakukan pengawasan penjualan obat batuk tersebut di pasaran.

Kandungan dextromethorphane yang ada di dalam Komix merupakan sediaan tunggal, sedangkan dextromethorphane yang ditarik dari peredaran yang sediaan tunggal.

“Sejak 2014, dextromethorphane sediaan tunggal sudah ditarik dari pasaran dan kami musnahkan. Masalahnya, di dalam komix ini kan dextromthorphanenya sediaan campuran, jadi tidak bisa sembarangan ditarik dari pasaran,” kata Elly.

Lantaran di jual di warung-warung tanpa ada penanggungjawabnya, hal tersebut menjadi keuntungan bagi anak sekolah untuk mendapatkan obat tersebut dengan mudah dan disalahgunakan.

“Kalau di apotek atau toko obat itu kan ada penanggungjawab teknis kefarmasiannya, jadi kalau ada yang beli berlebihan bisa dicurigai, kalau di warung kan tidak begitu. Penjual tidak akan curiga, yang penting produk jualan dua terjual,” jelasnya.

Dia mengakui baru mengetahui jika anak sekolah sering menyalahgunakan obat batuk komix sebagai bahan untuk mabuk-mabukan mengingat fungsinya sebagai antitusif atau mengurangi gejala batuk.

“Kami juga kaget kalau anak sekolah yang ingin mabuk-mabukan mengulik sampai sejauh itu. Tapi memang dulu banyak laporan tablet dextro dikonsumsi sampai 20 bahkan 30 pil biar efeknya lebih cepat terasa. Jelas ini sangat mengkhawatirkan,” tuturnya.

Dari kasus ini, pihaknya segera melaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mengkaji ulang aturan jual beli obat batuk komix agar tak semakin disalahgunakan.

“Dari Dinkes Cimahi juga akan terjun langsung ke lapangan, mencari lokasi tepatnya dimana yang sering ditemui banyak anak sekolah berkumpul dan mengonsumsi obat seperti itu atau obat-obatan terlarang lainnya,” tandasnya.

 

(cr1)

 

loading...

Feeds