1.151 Hektar Sawah di Kabupaten Bandung Terancam Gagal Panen

 Petani melakukan pengecekan sawah yang terdampak kekeringan.( Foto : RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG )

Petani melakukan pengecekan sawah yang terdampak kekeringan.( Foto : RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Sekitar 1.151 hektar lahan pesawahan di kawasan Kabupaten Bandung terancam gagal panen lantaran pasokan air untuk mengaliri sungai mengering. Meski upaya pompanisasi sudah dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran meyebutkan, dari hasil laporan di lapangan hingga bulan September meyebutkan, saat ini luas wilayah pertanian yang ada di Kabupaten Bandung lebih dari 35 hektar.

Lahan pesawahan yang terbilang berat seluas 277 hektar. Menurut Tisna, akibat kekeringan berat, padi yang bisa di panen sekitar 30 persen.

“Wilayah yang terbilang kekeringan berat di Marga Asih dan Desa Lagadar,” katanya saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (10/10/2018).

Tisna menambahkan, sedangkan dengan kategori sedang 454 hektar dan ringan sekitar 359 hektar. Untuk sedang dan ringan paling bisa di panen sekitar 50 persenan. “Kalau dari hasil penelitian paling bisa panen di lahan yang kekeringan ino sekitar 5,6 ton,” tambah Tisna.

Sebetulnya terang dia, kondisi seperti ini sudah sering dialami, tapi tahun ini bisa di sebut paling parah. Sebab, meski beberapa hari terakhir ada hujan di wilayah Majalaya tapi, masih belum bisa memenuhi kebutuhan air untuk pesawahan. “Cileunyi hingga Rancaekek kan ada sawah juga, tapi belum ada hujan kesana,” terangnya.

Selain itu, kata Tisna, saat ini sudah terpasang 500 unit pompa untuk mengaliri sawah di wilayah Soreang, Sapan, Ciujung dan Majalaya. Tapi tidak semuanya berjalan optimal karena tidak teraedianya air. “Airnya juga tidak ada apa yang mau di pompa,” terangnya.

Dia berpesan kepada petani dikawasan yang setiap tahunnya sering terjadi kekeringan saat menanam padi. Tapi mencoba menanam sayuran yang tidak begitu memerlukan air. Seperti bawang daun dan lainnya.

“Karena harga jualnya bisa meningkat karena jarang ada yang menanam itu di sini,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang petani di wilayah Soreang, Maman H, (58) meyebutkan, pihaknya saat ini tidak terlalu khawatir dengan kekeringan, lantaran ketersediaan air yang cukup, di tambah tidak lama lagi akan panen.

“Ya, sempat khawatir, Cuma untungnya sudah panen, mungkin kalau dulu tanamnya telat bisa gagal panen,” terang Maman.

Tapi, lanjut Maman, dari info yang didapatkan sesama petani, di wilayah Sapan sebagaian sudah mulai kering dan padi pun belum terlalu menguning. “Kalau Sapan sih saya dengar, ada yang kering,” pungkas Maman.

(Ipn)

 

loading...

Feeds