11 WNI Korban Perdagangan Orang di Tiongkok Belum Bisa Pulang

Para tersangka Pidana Perdagangan Orang Tiongkok diperlihatkan saat gelar perkara di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Jumat (27/7/2018).

Para tersangka Pidana Perdagangan Orang Tiongkok diperlihatkan saat gelar perkara di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Jumat (27/7/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih berupaya memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI), yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Tiongkok.


Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, setelah berhasil mengungkap kasus tersebut kini pihaknya fokus untuk memulangkan korban yang berjumlah 11 orang wanita.

“Sebenarnya kalau soal mengungkap kasus sudah selesai, sekarang kita sedang operasi penyelematan,” kata Umar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (9/10/2018)

Untuk dapat memulangkan para korban, kata Umar, pemerintah Tiongkok meminta putusan pengadilan di Indonesia. Hal itu dikatakannya setelah menerima informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tiongkok.

“Dari KBRI kita di sana, menurut mashab hukumnya China, harus ada putusan sela atau putusan final dari pengadilan di Indonesia, untuk menyatakan bahwa WNI disana mereka adalah korban,” kata Umar.

Dengan adanya putusan pengadilan, lanjut Umar, pihaknya bisa mengantar para korban ke KBRI dan kemudian menjalani proses untuk pulang ke tanah air.

“Nanti dilegalisasi oleh kedutaan China di sini. Kita bawa ke KBRI di sana untuk membawa mereka (korban) ke shelter. Operasi penyelamatan ini leadernya tetap Kemenlu, kita hanya bantu saja,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Polda Jabar berhasil menangkap tiga tersangka TPPO pada 27 Juli 2018 lalu. Mereka adalah Thjiu Djiu Djun alias Vivi Binti Liu Chiung Syin berperan sebagai perekrut, Yusuf Halim alias Aan sebagai perekrut dan warga Tiongkok Guo Changshan sebagai perantara di Indonesia ke Tiongkok.

“Meski para tersangka sudah ditahan, namun 11 korban yang sudah dinikahkan dengan warga Tiongkok belum bisa pulang ke tanah air,” imbuh Umar.

Sementara itu, berdasarkan surat dari Kemenlu yang ditandatangani oleh Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal tertanggal 28 Agustus menyebutkan, semula korban pada Februari hingga Mei 2015 dipertemukan dengan warga Tiongkok untuk perjodohan disebuah hotel di Jakarta dengan dikenalkan oleh seorang agen, warga Indonesia dan Guo Changsan, warga Tiongkok.

Setelah mendapat persetujuan dari pihak perempuan, pihak laki-laki membayar uang Rp30 ribu Rmb atau ekuivalen Rp65,2 juta hingga 135 ribu Rmb ekuivalen Rp289 juta lebih kepada agen?. Agen tersebut kemudian mengurus surat lajang untuk pihak perempuan kemudian mereka pergi ke Kedubes Tiongkok di Jakarta untuk membuat visa Tiongkok.

Selanjutnya, antara April-Mei 2018, korban berangkat ke Tiongkok bersama para pasanganya kemudian mendaftarkan diri ke pencatatan pernikahan secara legal di kantor Catatan Sipil Provinsi Henan, Tiongkok. Korban juga berangkat secara sukarela untuk menikah.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Tingkatkan Sinergitas Program Bangga Kencana

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, …

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …