DJP Jabar I Dorong Pemkot Bandung Maksimalkan Pendapatan Pajak

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo (kiri) saat melakukan audensi dengan Walikota Bandung, Oded M Danial di Balaikota Bandung, Senin (8/10).

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo (kiri) saat melakukan audensi dengan Walikota Bandung, Oded M Danial di Balaikota Bandung, Senin (8/10).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencana keuangan pemerintahan daerah yang dibahas, disetujui bersama oleh pemerintah Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terdapat komponen dana perimbangan.
Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi.


Dalam APBD Kota Bandung 2017, total pendapatan sebesar Rp6.503 triliun, komposisinya PAD sebesar Rp3.065 triliun (47,13 persen) dan Dana Perimbangan sebesar Rp2.592 triliun (39,86 persen).

“Tahun 2018, APBD sebesar Rp6.672 triliun, PAD Rp3.397 triliun (50.91 persen) dan Dana Perimbangan sebesar Rp2.411 triliun (35,14 persen),” ujar Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Yoyok Satiotomo kepada Radar Bandung, Senin (8/10).

Ia mengatakan bahwa Pemkot Bandung perlu memaksimalkan sejumlah mata pajak. Mengingat penerimaan pajak dari sektor tersebut masih kurang.

“Sinergi antara Pemkot Bandung dan kami sudah berjalan, tapi ada beberapa yang perlu dimaksimalkan terkait mata pajak. Seperti kost-kost an yang memiliki kamar lebih dari 10 maka dikenakan pajak hotel, dimana ini perlu dioptimalkan sebagai penerimaan pajak,” terangnya.

Yoyok menjelaskan, dengan semakin meningkatnya pajak penerimaan pusat, maka dana perimbangan juga kepada kota atau kabupaten akan lebih baik. Sehingga dalam mencapai hal tersebut, sejumlah mata pajak yang belum maksimal perlu untuk dikembangkan.

“Ada beberapa mata pajak yang pendapatannya belum maksimal. Maka melalui sosialisasi ini kita mendorong agar lebih baik lagi kedepannya,” tambahnya.

Dengan fungsi pajak yang menjadi penopang utama APBN dan APND, maka diperlukan sinergi langkah-langkah dalam optimalisasi dan pengamanan penerimaan pajak pusat.

“Jika penerimaan pajak pusat aman, maka APBn dan APBD pun aman. Tapi sebaliknya, jika target penerimaan pajak dalam APBN tidak tercapai, maka pos dana perimbangan pun akan terkena dampaknya,” pungkasnya. (nda)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …