Misteri Penampakan Hantu Gedung Bandung Medical Center

Tampak depan Gedung Bandung Medical Center.

Tampak depan Gedung Bandung Medical Center.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Bangunan itu terlihat tua dan tidak terawat apabila para pejalan melewati gedung Bandung Medical Center atau biasa dikenal BMC. Gedung itu dulunya adalah sebuah rumah sakit di zaman kolonial Belanda.
Konon tempat ini menjadi sarang dari hantu-hantu yang sudah menjadi tuan rumah sendiri di bangunan empat lantai tersebut. BMC berlokasi di Jalan Haji Wasid 1, Lebak Gede, tepatnya di belakang Taman Panatayuda.

Rumah sakit ini sudah belasan tahun tidak dipakai dan dibiarkan terbengkalai oleh pemiliknya. Penjaga BMC, Rachman, mengaku kepemilikan dari rumah sakit ini masih simpang siur. Ia mengetahui bahwa pemilik dari BMC ini adalah seorang pengusaha dari Pulau Kalimantan.

Rachman yang sudah belasan tahun tinggal di BMC bercerita bahwa dulu tempat ini adalah sebuah rumah sakit jiwa. Namun karena mendapat tentangan dari warga sekitar yang beranggapan dapat mengganggu ketentraman lingkungan, akhirnya tempat ini tutup dan pindah.Tidak lama, rencananya BMC akan kembali difungsikan menjadi rumah sakit ketergantungan obat atau narkoba.

“Karena dianggap mengganggu ya berisik lah katanya, segala aktivitas di rumah sakit jiwa ini berhenti dan pindah. Kemudian diganti menjadi rumah sakit untuk rehabilitasi para pengguna narkoba,” ungkapnya di lokasi, Kamis (4/10).

Namun lagi-lagi prosesnya tidak jelas dan pembangunan tidak dilanjutkan. Sehingga terbengkalai dan cerita urban legend BMC terus berkembang sampai sekarang. Bahkan di tempat ini juga disediakan jasa tour guide gedung yang akan menemani para pengunjung keliling BMC, mereka menyebutnya wisata mistis.

Setiap lantai ada cerita misterinya masing-masing. Pengunjung akan merasakan hawa yang tidak biasa dan merinding apabila menengok ke beberapa sudut ruangan kamar. Yang paling terkenal dari bangunan ini adalah cerita hantu di kamar bayi. Penghuni tak segan akan menampakkan diri apabila merasa terganggu dengan kehadiran manusia. Ruangan itu pun kerap menjadi spot favorit untuk uji nyali oleh para pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Ibnu, menyebut ia bisa melihat sosok seperti apa yang mendiami ruangan di lantai tiga tersebut.

“Di dalam saya lihat ada seorang ibu yang sedang menyusui anaknya di atas kasur, posisinya persis berada di samping pintu,” ujar pria yang mengaku memiliki indra ke-6 ini.

Selain itu, di dalam BMC juga terdapat ruangan yang tertutup rapat dan diberi tulisan ‘Dilarang Masuk’. Ruangan tersebut adalah bekas kamar mayat. Setiap ada yang masuk, pasti akan terjadi banyak kesurupan di sekitar ruangan tersebut. Oleh sebab itu, ruangannya pun disegel dan sampai saat ini tak ada yang berani memasukinya.

Lantai empat memiliki cerita yang tak kalah menegangkan, disini ujar Rachman tempat tidur kerap berpindah-pindah sendiri tanpa di dorong oleh si empunya. Ditempat ini sejumlah peralatan rumah sakit seperti tempat tidur pasien dan lemari pasien masih terlihat baru.

“Peralatan disini sebagian ada yang masih di plastik, karena memang dulu kan mau dijadikan rumah sakit tempat rehabilitasi, jadi sudah dipersiapkan semua,” tuturnya.

Rachman mengatakan tempat ini memang sudah terkenal dengan keangkerannya, maka dari itu banyak warga Bandung bahkan luar kota yang sengaja datang untuk membuktikan keseramannya. Setiap pengunjung yang datang akan ditawari untuk menggunakan jasa tour guide atau tidak. Seluruh bangunan disini tidak dilengkapi dengan penerangan sehingga pengunjung diharuskan membawa atau menyewa senter yang sudah di sediakan. Tarif masuk ke BMC sebesar Rp 5 ribu, belum termasuk biaya tour guide dan sewa senter.

“Pemilik BMC sendiri bahkan tidak tahu kalau bangunan ini sekarang menjadi tempat wisata mistis, yang dia tahu tempat ini terbengkalai begitu saja tanpa penghuni,” pungkasnya. (fid)

loading...

Feeds

Ini Varian Kosmetik Baru Marcks’ dan Venus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemilihan produk kosmetik sebaiknya mempertimbangkan segi kecantikan dan kesehatan. Inilah yang mendorong PT Kimia Farma (Persero) Tbk …