Kasus Penipuan Tak Kunjung Rampung, Polda Dinilai Tak Serius

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Polda Jabar dinilai tidak serius mengusut kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan terlapor pengusaha ekspor impor berinisial Lgh. Pasalnya, sejak awal tahun kasus ini dilaporkan, belum ada kejelasan terkait perkembangan penanganan.


Hal itu disampaiakan Wenda S. Aluwi, Tim kuasa hukum Dedi Nugraha, pengusaha properti asal Kota Bandung yang menjadi korban penipuan.

“Saya melihat tidak adanya keseriusan dan profesionalisme penyidik Ditreskrimum Polda Jabar dalam penanganan kasus pemalsuan surat dokumen yang dilaporkan klien saya,” ujar Wenda kepada wartawan di Jalan Tamblong Kota Bandung, Jumat (5/10/2018).

Untuk diketahui, kasus tersebut bermula ketika Dedi hendak menjual sebidang tanah untuk pabrik di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung pada 2015,  kepada salah seorang pengusaha ekspor import berinisial Lgh.

Saat itu, Lgh menjanjikan jenis pembayaran menggunakan 11 cek, namun hanya satu cek yang bisa dicairkan oleh Dedi. Jual beli antara keduanya berujung masalah karena selain nilainya yang tak kunjung dibayar, belakangan Lgh tidak mampu melunasi sisa pembayaran jual beli aset tersebut hingga akhirnya uang dikembalikan.

Kasus itu pun dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar pada awal tahun 2018. Pasalnya, setelah jual beli batal, perusahaan kliennya malah digrebeg oleh Bea Cukai Semarang karena dugaan membawa barang impor ilegal.

“Kami  melaporkan kasus tersebut ke Ditrskrimum Polda Jabar dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Ternyata surat-surat serta nama dan lokasi perusahaan klien‎ kami dicatut oleh saudara Lgh ini untuk empat perusahaan. Padahal, klien kami tidak tahu menahu soal itu sampai-sampai perusahaan klien kami digrebek,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …