Sembilan Kelurahan di Kota Cimahi Alami Kekeringan

Sejumlah warga menampung air bersih yang dibagikan oleh UPT Air Minum Kota Cimahi di Rw 19 Kelurahan Leuwigajah, Senin (1/10). (Foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

Sejumlah warga menampung air bersih yang dibagikan oleh UPT Air Minum Kota Cimahi di Rw 19 Kelurahan Leuwigajah, Senin (1/10). (Foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Musim kemarau yang bekepanjangan cukup dirasakan masyarakat di Kota Cimahi. Terutama di wilayah Cimahi Selatan. Wilayah yang dikelilingi ratusan pabrik itu mengalami kekeringan berbulan bulan. Bahkan, untuk mendapatkan air bersih mereka harus bersabar menanti bantuan.


Berdasarkan laporan yang masuk ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, ada sembilan kelurahan yang terdampak kekurangan air bersih.

“Memang kekeringan ini sudah sampai puncaknya, dan kekeringan di Cimahi agak meluas. Kekeringan terjadi diantaranya di Kelurahan Leuwigajah, Pasir Kaliki, Utama, dan Cibodas,” ungkap Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi, Dede M. Asrori, Senin (1/10/2018).

Dari sembilan kelurahan yang terdampak, total ada 28 Rukun Warga (RW) yang terdata kekurangan air bersih akibat musim kemarau. Rata-rata perkelurahan ada dua sampai empat RW.

Untuk membantu kesulitan air bersih yang dialami warga, Pemerintah Kota Cimahi juga membantu menyalurkan air bersih menggunakan teuk tangki.

“Tiap RW dalam seminggu dikirim ada yang dua kali, ada yang sekali ada tiga kali pengiriman. Seminggu sekitar 50 rit untuk seluruh Cimahi,” ujarnya.

Sejuh ini, pihaknya telah mengirimkan sekitar 412 rit air bersih kepada warga menggunakan mobil tangki. Kapasitas per tangki mencapai 5 ribu liter. Jadi, jika diakumulasikan sekitar 2,060 liter air bersih yang dikirimkan kepada warga.

Perihal stok air bersih, lanjut dia, ketersediaannya hingga saat ini masih aman meski dilanda kemarau. Kapasitas produksi air bersih UPT Air Minum mencapai 35 ribu kubik, dari kapasitas produksi makismal 120 ribu kubik.

“Pengolahan di Pemkot masih aman airnya. Kita menjangkau daerah ke pinggiran yang memang jangkauannya cukup jauh daru sumber air UPT atau PDAM,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, dalam menghadapi musim kemarau ini, Pemerintah Kota Cimahi melalui DPKP telah mengaktifkan dua truk tangki air yang khusus disediakan bagi warga yang memang mengalami kesulitan air bersih.

“Jadi, tujuh hari dalam seminggu itu truk tangkinya terus bergerak mengirimkan air bersih. Dimana dalam sehari, sekitar delapan kali penyaluran dilakukan kepada warga yang membutuhkan” ujarnya.

Pihaknya meminta, bagi warga yang memang mengalami kesulitan air bersih untuk segera melaporkannya ke Pemerintah Kota Cimahi. Pelaporan bisa melalui pihak RT/RW setempat yang diketahui pihak kelurahan.

“Setelah itu diajukan ke DPKP Kota Cimahi, nanti kita tindaklanjuti ke lapangan,” tandasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …