BPC Siliwangi Kesal Institusi Pendidikan Jadi Keruh

PERNYATAAN: Kesempatan menjadi pemimpin di dalam institusi pendidikan boleh di dapatkan oleh siapa saja. ( foto : NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG )

PERNYATAAN: Kesempatan menjadi pemimpin di dalam institusi pendidikan boleh di dapatkan oleh siapa saja. ( foto : NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG )

‎POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Pembina Citra (BPC) Siliwangi‎ menyoroti pemilihan rektor Universitas Padjajaran (Unpad) yang tak kunjung usai.


Sebagai organisasi tertua di Jawa Barat, BPC dikomandani oleh mantan petinggi Kodam III/Siliwangi. Maka tak heran, banyak hal yang menyangkut Jawa Barat turut disorot mereka. Termasuk kasus pemilihan rektor di universitas negeri ternama tersebut.

Menurut Ketua III Badan Pembina Citra Siliwangi‎, Kolonel Purn Ade Jamuri didampingi Sekretaris BPC Siliwangi, Kolonel Purn Herman Ibrahim, pemilihan rektor sudah seperti pemilihan demokrasi kepemimpinan di Jawa Barat.

“Bedanya ini dalam jalur akademik,” ujar Ade di Kantor BPC Siliwangi, Jalan Aceh No.70, Senin (1/10).

Menurut Ade, apapun jenis pemilihannya, baik skala institusi pendidikan maupun pemerintahan yang terpenting dari seorang pemimpin ialah sangat berkompeten dalam bidangnya.

“Jadi suku yang berbeda menjadi masalah serius adalah sangat memalukan,” tuturnya.

Siliwangi, lanjutnya, identik dengan Jawa Barat. Namun, banyak pemimpin di BPC Siliwangi terhadulunya bukan orang sunda. Jika sebagai contoh lain, rektor Universitas Gajah Maja (UGM) Yogyakarta merupakan orang Sunda.

“Masa Unpad gini aja dipermasalahkan. Saya yakin sekelas Unpad sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap pemilihan,” kesalnya.

Selain itu, Unpad sudah dipercaya oleh publik bahwa ia menjunjung tinggi nilai moral. Menurutnya, jalan keluarnya ialah melalui pemikiran pancasila, yaitu memberikan sosok pendidikan yang baik, selalu bisa mendorong dari belakang oleh para pemangku kepentingan.

“Jangan sampai ada lagi hambatan ethnis, yaitu permasalah rasional. Jangan berdasarkan hubungan keluarga, teman atau kedekatan emosional melainkan akan prestasi seseorang untuk membuat universitas menjadi lebih baik,” tuturnya.

Ia pun mengaku mendukung akan hasil pemilihan sebuah universitas, namun tidak menggunakan cara ethnis atau menyangkut pautkan akan suku.

“Karena lembaga pendidikan ya harus mengutamakan kemampuan mereka, jangan ada intervensi di dalamnya karena banyak lembaga yang memiliki pemimpin bukan atas dasar suku,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan, dalam pancasila ada mufakat dalam pemilihan rektor.

“Ya berarti apa pun hasilnya ia harus dihormati,” pungkasnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …