Dinas Lingkungan Hidup Tutup 12 Saluran Pembuangan Limbah

Petugas gabungan dari Pemkab, TNI sedang menutup saluran pembuangan limbah dari perusahaan yang membandel.

Petugas gabungan dari Pemkab, TNI sedang menutup saluran pembuangan limbah dari perusahaan yang membandel.

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Sebanyak 12 titik saluran pembuangan limbah pabrik di sepanjang Sungai Cisuminta ditutup. Hal tersebut sebagai keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bersama TNI khususnya Satgas Citarum harum dalam menyelesaikan persoalan pencemaran sungi CItarum.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah, mengatakan 12 bypass yang kita tutup ini, merupakan  saluran pembuangan langsung air limbah ke Sungai Cisuminta dari industri sekitar.

“Saluran siluman inilah yang sudah menyumbang masalah bagi pencemaran Citarum,”ungkap Asep usai melakukan penutupan Bypass di Kawasan Industri Cisirung  Dayeuhkolot.

Dia menyebutkan, pihaknya akan terus konsisten melakukan berbagai upaya pembinaan, pengawasan sampai dengan penegakkan hukum, khususnya pemberian sanksi  bagi pelaku industri yang  melakukan  pencemaran sungai.

“Dari awal 2018, kita bersinergi dengan beberapa pihak untuk konsisten bertindak tegas soal kejahatan lingkungan,” katanya.

Dari temuan di lapangan lanjut dia, sudah terbitkan 80 surat peringatan, 28 sanksi administrasi yang terdiri dari 11 paksaan pemerintah dan 17 teguran tertulis, bahkan delapan diantaranya dilanjutkan ke proses pidana, yakni satu perusahaan di Margaasih, satu di Majalaya, satu di Katapang dan lima Perusahaan di Kutawaringin.

“Dengan mengkolaborasikan kinerja Pemerintah, TNI dan masyarakat, permasalahan pencemaran sungai Citarum secara berangsur akan pulih,” harapnya.

Apalagi lanjutnya, saat ini DLH Kabupaten Bandung sudah membentuk Badega Lingkungan, sebagai kader lingkungan dari unsur masyarakat yang bertugas membantu Pemkab Bandung, dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penanganan permasalahan lingkungan hidup di wilayah segmentasi tertentu sehingga efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Sudah kita bentuk dan latih Badega Lingkungan melalui beberapa proses seleksi. Seluruhnya ada 10 orang yang bertugas di 5 segmen yakni, di Dayeuhkolot, Katapang, Rancaekek, Majalaya dan segmen Banjaran,” terang Asep.

Dia berharap kolaborasi Pemkab, TNI dan rakyat terus digalakkan untuk persoalan ini, kita akan terus berbuat, tidak akan berhenti, namun pastinya sesuai dengan prosedur aturan yang ada.  Karena pemahaman bahwa pengelolaan lingkungan adalah tanggungjawab bersama, perlu terus ditekankan.

Sedangkan untuk para pengelola industri yang menghasilkan limbah cair, lanjutnya agar segera memperbaiki dan memenuhi kewajiban pengelolaan limbah sendiri. Karena kata dia, pihaknya sudah memberikan sosialisasi, rekomendasi dan pelatihan bagi para pengelola limbah industri, untuk mengolah limbah seperti apa dan bagaimana, melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah yang benar.

“Saya yakin apabila pengelolaan limbah dilaksanakan secara prosedural, pencemaran tidak akan terjadi. Tapi tetap kita akan segera melakukan tindakan tegas terhadap industri yang membuang limbah tanpa mematuhi prosedur yang benar,” pungkas  Asep.

(ipn)

loading...

Feeds