Cara Mengetahui Orang yang Bipolar Disorder

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, Gangguan bipolar adalah salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya dari yang murung tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat bahagia atau sebaliknya.


Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik dan banyak bicara.

Ini adalah tanda dari gangguan bipolar dimana National Institutes of Mental Health (NIMH) mendefinisikannya sebagai gangguan otak yang menyebabkan pergeseran dalam suasana hati, energi, tingkat aktivitas dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sehari-hari.

Mengobati gangguan bipolar yang juga telah disebut gangguan manic-depressive, bisa rumit.

“Salah satu alasannya adalah orang yang menderita gangguan ini sering berada dalam penyangkalan bahwa ada sesuatu yang salah pada diri mereka,” kata Psikolog, Dr. Barbara Greenberg, PhD, seperti dilansir laman Safebee, akhir pekan lalu.

“Sangat mudah untuk mendapatkan bantuan ketika mereka berada dalam fase depresi,” jelas Greenberg.

Namun mengobati gangguan bipolar, yang biasanya memerlukan kombinasi obat, terapi dan dukungan keluarga sangat penting.

“Orang-orang dengan gangguan bipolar yang tidak diobati bisa melakukan banyak kerusakan. Mereka berperilaku dengan cara tidak biasa. Misalnya, menghabiskan uang mereka, menjadi promiscuous, impulsif atau sangat gelisah dan mudah marah,” kata Greenberg.

Menurut NIMH, ini adalah beberapa tanda-tanda khas mania:

1. Berbicara terlalu banyak dan terlalu cepat.

2. Memikirkan terlalu banyak hal.

3. Membuat keputusan impulsif.

4. Mengambil resiko.

5. Meluncurkan beberapa proyek.

6. Tidur terlalu banyak atau tidak sama sekali.

Dalam episode depresi, NIMH mengatakan seseorang dengan gangguan bipolar bisa:

1. Kehilangan minat pada hampir semua hal.

2. Merasa sedih atau putus asa.

3. Menjadi mudah marah.

4. Berbicara tentang kematian atau bunuh diri.

Jika Anda mencurigai seseorang yang Anda pedulikan menderita gangguan bipolar, NIMH mengatakan hal yang paling penting yang bisa Anda lakukan adalah membantu dia mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan bahkan jika Anda harus bertemu dokter spesialis.(fny/fri/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Mengupas Makna Lain dari Kaleng Bekas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – MENURUT khazanah lokal bahasa Sunda, ngindeuw berarti memungut barang bekas. Selain menggambarkan proses memungut langsung objek dan …

Ribuan Ikan Mati Akibat Limbah

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Fenomena ikan mati massal kembali terjadi di sungai Cipunagara yang melintas di Kampung Ciseupan, Desa Cibuluh Kecamatan …

2020 Bisa Jadi Panggung Zalnando

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bek Persib Bandung Zalnando mulai mendapatkan kepercayaan bermain penuh  oleh Robert Alberts. Meski, ia turun dalam laga …

Wander Luiz Siap Jadi Top Skor

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wander Luiz memasang target tinggi pada musim pertamanya memperkuat Persib Bandung di Liga 1. Penyerang berkebangsaan Brasil …

PAN Target Raih Kursi Wakil Bupati

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Partai Amanat Nasional (PAN) memasang target mendapatkan kursi Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Bandung. Saat ini, pengurus …

Ajukan Tiga Tarif Cukai Baru

POJOKBANUDNG.com, JAKARTA – Tiga jenis tarif cukai baru siap diajukan Kementerian Keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Diantaranya, cukai …