Obstar Sinaga, Calon Rektor Unpad Ini Diterpa Isu Tak Sedap

Calon Rektor Unpad, Obstar Sinaga

Calon Rektor Unpad, Obstar Sinaga

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Calon Rektor Unpad, Obstar Sinaga diterpa isu suku serta masalah dengan lawannya. Pria berdarah Sumatera Utara tersebut, diduga melakukan pertengkaran dengan istri pertama, Ernawati yang berujung perceraian.


Obi, sapaan akrabnya, dituding melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tak hanya itu, ia pun yang bukan orang Jawa Barat dinilai tak pantas memimpin universitas ternama itu.

“Masalah saya dengan Erna selesai sejak 2002, kenapa harus diangkat?,” ujarnya belum lama ini.

Isu mencuat pascanama Obi menjadi peraih suara terbanyak dalam Sidang Pleno Majelis Wali Amanah (MWA) Unpad, Sabtu (15/9), kabar yang dihembuskan oleh mantan istrinya.

Tak hanya itu, perbedaan suku yang dihembuskan pun untuk meruntuhkan suara yang diterimanya. Akan hal tersebut, Obi menyebut, sejak memutuskan kuliah di Universitas Padjadjaran 1989 dirinya sudah tingg di Bandung hingga hari ini.

“Saya pernah bekerja menjadi wartawan untuk waktu yang cukup lama di Bandung, kecintaan akan bumi parahyangan telah mendarah daging,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Obi, ia menghabiskan sisa hidupnya di Kota Kembang, Bandung.

“Alhamdullilah saya berkeluarga pun Bandung dan mungkin meninggal di sini (Bandung), saya ingin dimakamkan di Sumedang, tempat asal ibu saya,” ungkap Pria yang pernah menjadi Ketua KNPI Kota Bandung ini.

Diberitakan sebelumnya, dalam Pleno awal MWA 15 September 2018 lalu, Obi tidak bersedia menyebutkan meraih berapa suara dalam pemilihan tahap itu, karena menurutnya itu semua rahasia.

“Saya juga tidak ikut dalam proses itu, karena cuti,” tegasnya. Namun berdasarkan pemberitaan yg beredar luas, Prof Obi meraih terbanyak yakni 13 Suara dari 14 anggota MWA yang hadir.

Kehadiran namanya dalam kontestasi Pemilihan Rektor Unpad tentu bukanlah hal tiba-tiba. Kedisiplinan dan kecerdasannya yang menghantarkan ayah dari Afgan Prawira Erbi dan Muhammad Kahfi Erbi ke gelanggang lebih luas.

Professor itu bercerita, kedisiplinannya tidak terlepas dari sosok seorang guru. Menurutnya, orang orang yg terpelajar, adalah pemilik masa lalu, karena mereka belajar dan mendapat titel akibat membaca sumber pustaka yg lalu, yg ditulis orang sebelumnya.

“Pemilik masa depan bukan yg terpelajar, tetapi orang orang yg terus belajar, ” tutup Professor Obi yang menulis buku di dapat dibaca di online berjudul: belantara kearifan itu.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …