Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran Bersaing Ketat

Aldrin Herwany (kiri), Atip Latipulhayat (tengah), Obsatar Sinaga (kanan)

Aldrin Herwany (kiri), Atip Latipulhayat (tengah), Obsatar Sinaga (kanan)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaingan dalam pemilihan rektor Universitas Padjadjaran terjadi begitu sengit, tercatat ada 8 nama calon dalam proses pemilihan.

Hingga Selasa (25/9/2018), Majelis Wali Amanat (MWA) menetapkan tiga nama dengan perolehan suara terbanyak yaitu Aldrin Herwany, Atip Latipulhayat dan Obsatar Sinaga.

Informasi yang didapatkan Pojok Bandung, ketiga nama tersebut memiliki latarbelakang berbeda. Aldrin Herwany seorang periset yang berprestasi, Atip seorang pakar hukum yang pernah nyalon jadi hakim MK sementara Obsatar adalah guru besar berkelas Internasional.

Dalam rilis yang diterima Pojok Bandung, melalui kertas kerjanya yang berjudul Depositor Sensitivity to Risk of Islamic & Conventional Bank: Evidence From Indonesia, Aldrin berhasil menjadi salah satu dari tujuh peraih kerta kerja terbaik di bidang Ekonomi, Bisnis dan Keuangan yang secara otomatis dipublikasikan pada The International Journal of Business & Finance Research.

“Forum ilmiah tahunan ini diikuti 502 praktisi dan akademisi yang mewakili 240 universitas, institusi, dan perusahaan dari 40 negara,” ujar Dosen Manajemen, dan juga peneliti keuangan dari FEB Unpad dan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Jawa Barat.

Bagi alumni Program Doktor dari International Islamic University Malaysia, dunia penelitian nampaknya sudah mendarah daging.

“Beberapa tulisan ilmiah yang meneliti akan berbagai kasus dan fenomena ekonomi di Indonesia sudah dimuat dalam jurnal maupun media cetak,” ucap pria yang memperoleh 7 suara tersebut.

Sementara itu, melirik sosok Atip, selain bergiat sebagai salah seorang tokoh penting di lingkungan organisasi Persatuan Islam (Persis), ia saat ini memimpin Tajdid Institute, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan masyarakat dan pendidikan.

“Tahun 2014, saya pernahmengikuti seleksi calon hakim konstitusi. Padahal 2008 mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah meminta saya secara langsung,” ujar dosen Fakultas Hukum Unpad.

Pengakuannya, ia membantah mengikuti seleksi calon hakim konstitusi karena menginginkan fasilitas negara.

loading...

Feeds

Bank Muamalat Incar Nasabah Prioritas

BANDUNG –Bank Muamalat menggelar Customer Gathering di Bandung, pada Kamis, (13/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye gerakan #AyoHijrah, sekaligus mempererat …