Banyak Kendala, Wisata Heritage di Kota Cimahi Belum Terealisasi

Anggota komunitas Cimahi Heritage merapikan arsip foto sejarah Kota Cimahi di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita.

Anggota komunitas Cimahi Heritage merapikan arsip foto sejarah Kota Cimahi di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Rencana untuk mengenalkan wisata heritage di Kota Cimahi belum bisa terealisasi. Itu lantaran masih banyak kendala yang mesti diselesaikan oleh pemerintah.


Menurut Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pihaknya saat ini masih mematangkan konsep dan kemasan dari wisata heritage, ditambah dengan belum siapnya fasilitas pendukung yang menunjang.

“Wisata militer sudah dalam perencanaan, sekarang Disbudparpora sedang mematangkan konsepnya,” ujar Ngatiyana saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (24/9/2018).

Ada beberapa destinasi wisata heritage garnisun yang sangat berpotensi di Cimahi, seperti Batalyon Armed di Jalan Rajawali, Penjara Militer Poncol, Gedung Historich, Kuburan Kerkoff, dan bangunan berarsitektur Belanda lainnya di Kota Cimahi.

“Kita juga butuh penginapan, terutama untuk wisata di Kampung Adat Cireundeu. Kemungkinan nanti penginapan akan memanfaatkan rumah-rumah warga ditambah penginapan khusus,” ungkapnya.

Sementara untuk memudahkan para wisatawan, pihaknya akan menyiapkan kendaraan khusus seperti Bandung Tour On The Bus (Bandros) seperti di Kota Bandung, tetapi akan dikemas secara berbeda.

“Tapi untuk sementara kita akan menyediakan mobil TNI yang di Kota Cimahi, seperti mobil truk Reo atau mobil antik milik militer saat launching pertama,” katanya.

Untuk itu, pihaknya juga mengklaim sudah ada kepastian terkait kerjasama dengan pihak militer, sebab bangunan heritage yang ada di Kota Cimahi mayoritas dimiliki TNI AD.

“Kerjasamanya secara pendahuluan sudah dengan anggota militer. Tinggal pelaksanaannya dan kerjasamanya akan seperti apa. Kita tinggal mengajukan surat permohonan untuk mengadakan launching wisata heritage,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda yang dikuasai militer sudah banyak mengalami perombakan sehingga tidak lagi asli dan beberapa beralih fungsi, Ngatiyana mengakui hal tersebut.

“Bangunan peninggalan sejarah sudah banyak berubah. Harus ada peraturan daerah yang mencegah bangunan heritage berubah, tentunya mengacu aturan diatasnya,” tuturnya.

Untuk mendukung perkembangan wisata heritage di Kota Cimahi, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) saat ini tengah memberikan pembekalan pada 45 mojang dan jajaka serta mansyarakat Cimahi yang nantinya akan diplot sebagai pemandu wisata.

“Jadi tenaga ahlinya kita siapkan, sehingga jika wisata militer ini sudah berjalan pemandunya sudah siap. Mereka menjadi pemandu bagi pengunjung yang menikmatu wisata heritage,” tegasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …