Raperda RAPBD Kabupaten Bandung Tahun 2018 Naik 2,21 Persen

Bupati Bandung Dadang M Naser memberikan keterangan pers. Foto:rmoljabar

Bupati Bandung Dadang M Naser memberikan keterangan pers. Foto:rmoljabar

 POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung saat ini tengah melakukan pembahasan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) tahun 2018.

Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naser mengatakan, perubahan APBD TA 2018, pendapatan daerah mencapai  Rp 5,176 triliun, mengalami kenaikan 2,21 persen, yakni sebesar Rp. 112,164 miliar.

“Perubahan ini terjadi karena sebagai upaya Pemkab Bandung untuk menyesuaikan rencana keuangan dengan situasi dan kondisi yang terjadi,” ucap Dadang usai menyampaikan pengantar nota keuangan pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Gedung Mochammad Toha Soreang.

Selain itu kata kata DN sapaan akrab Dadang, rancangan perubahan anggaran terjadi karena penyesuaian dengan perkembangan situasi dan kondisi, yang nantinya berimplikasi pada meningkatnya anggaran penerimaan maupun pengeluaran, atau sebaliknya, juga untuk mengakomodasi pergeseran-pergeseran dalam satuan perangkat daerah.

“Rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Bandung TA 2018 diajukan dan disusun, berdasarkan keadaan real dan kebutuhan yang sangat prioritas,” terang Kang DN-sapaan akrabnya.

Kang DN memaparkan, angka peningkatan dan penurunan pendapatan daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, belanja daerah, pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar program atau kegiatan dan antar jenis belanja juga adanya peningkatan pembiayaan daerah.

“Dari kenaikan 2,21 persen, penambahan perubahan APBD TA 2018 sebesar 112,164 miliar berasal  dari kenaikan PAD sebesar 8,15 persen , dana perimbangan 0,36 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 3,07 persen,” terangnya.

Kang DN menambahkan, perubahan anggaran tersebut harus diputuskan melalui Perda yang telah dibahas, disepakati kemudian disetujui bersama nota kesepakatan DPRD Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan hal ini bisa memicu kinerja organisasi juga proses pembangunan yang lebih merata,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula, Bupati berharap agar DPRD Kabupaten Bandung juga melakukan pembahasan pada lima Raperda perubahan, yakni Raperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Bandung nomor 11 tahun 2014 tentang pengelolaan aset desa, Perda  nomor 19 tahun 2014 tentang pemilihan dan pemberhentian kepala desa.

“Juga kami mohon DPRD juga melakukan pembahasan pada  Raperda tentang perubahan Perda Kabupaten Bandung nomor 22 tahun 2016 tentang badan permusyawaratan desa, Perda nomor 10 tahun 2009 tentang jaminan kesehatan di Kabupaten Bandung, juga  Raperda tentang perubahan atas Perda nomor 12 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah,” pungkasnya.

(ipn)

Loading...

loading...

Feeds

akhir

RCEP Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, optimistis dapat merampungkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) pada …
undip

Trainer UNDIP Gembleng Ratusan Guru

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan Dinas Pendidikan dan …
pembangunan

Pembangunan NS-Link Belum Jelas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana pembangunan tol dalam kota North South Link (NS-Link) di Kota Bandung tidak jelas keberlanjutannya. Padahal sebelumnya, …
pts

Tel-U Peringkat Pertama PTS di Indonesia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Telkom University (Tel-U) menempati peringkat kesatu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nasional dalam klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) Indonesia …
sportifitas

Tanamkan Sportifitas Sejak Dini

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 16 tim sepak bola tingkat SMP se – Jawa Barat meriahkan Gala Siswa Indonesia (GSI) 2019. …