Jelang Pilpres 2019, Polres Cimahi Antisipasi Hoax Media Sosial

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Polres Cimahi mengantisipasi pemberitaan hoax dan ujaran kebencian yang marak beredar di media sosial.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana mengatakan pihaknya sudah membentuk Tim Cybercrime Sat Reskrim Polres Cimahi untuk menghalau segala pemberitaan negatif dan hate speech di media sosial.

“Kami sangat mengkhawatirkan adanya serangnya black campaign dan hate speech atau pemberitaan hoax di media sosial. Untuk itu kami menyiapkan tim siber,” kata Rusdy.

Dirinya mengaku, pihaknya sudah mewaspadai setiap ancaman yang akan timbul saat perhelatan dua pesta demokrasi pada 2019 nanti, dan tidak bisa dipungkiri jika potensinya sangat besar untuk terjadi.

“Jelas sangat ada, karena media sosial sekarang menjadi satu media untuk ajang promosi terbesar. Bisa mendukung atau menjatuhkan kubu lawan,” bebernya.

Menurutnya, pelaku hate speech atau penyebar hoax bisa dipidanakan jika terbukti melakukannya. Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum menemukan ada indikasi dua tindakan ilegal itu.

“Bisa kita kenakan pidana, tapi mudah-mudahan jangan sampai ada. Dan memabg sampai sekarang ini masih nihil, masih mampu kita redam,” tegasnya.

Tak hanya sampai disitu, pihaknya juga menerima usulan terkait tim media sosial dari setiap partai politik untuk melaporkan anggotanya agar mempermudah pengawasan penyebaran informasi hoax dan ujaran kebencian.

“Tadi memang ada yang mengusulkan untuk tim dari masing-masing parpol itu melaporkan tim medsosnya, nanti akan kita kaji dulu baiknya seperti apa,” terangnya.

Bawaslu Kota Cimahi juga akan membentuk tim siber untuk menekan penyebaran berita berbau hoax yang belakangan memang sedang membanjiri berbagai laman media sosial menjelang Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Serangan dari berita-berita berbau hoax, kampanye hitam, dan politik uang menjelang pilkada memang tidak bisa dihindari. Nantinya, tim siber yang dibentuk berkoordinasi dengan bawaslu, akan menginvestigasi sumber penyebar berita tersebut.

“Media sosial ini memang berdampak positif dan negatif, terutama dalam suasana menjelang pilkada seperti sekarang. Disatu sisi memang membantu mensosialisasikan program panwaslu, disisi lain juga bisa menjadi penyebab perpecahan dan menjadi sarana kampanye hitam dan politik uang,” ujar Ketua Bawaslu Kota Cimahi, Jusapuandy.

(cr1)

 

loading...

Feeds