Evakuasi Bus di Subang Tak Profesional, Warga Tewas Terlindas

Bagian depan Bus PO Hanum Holiday yang ringsek.

Bagian depan Bus PO Hanum Holiday yang ringsek.

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah Bus PO Hanum Holiday dengan nomor polisi B 7266 WD yang dikemudikan oleh Ade Dwi Cahyo ( 28) warga Matraman, Jakarta Timur mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cijembe, Subang, Sabtu (22/9/2018).

Bus tersebut yang membawa sedikitnya enam orang penumpang itu sedang melaju dari arah Selatan, tepat dilokasi kejadian bus itu menabrak sebuah dump truk yang datang dari arah Utara (Subang).

Akibat benturan tersebut, kaca bus warna putih merah ini pecah dan bagian depan bus ringsek. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakan ini.

“Diketahui bus yang dikemudikan Ade ini bergerak dari arah selatan menuju Subang. Saat melintas di TKP bus ini bertabrakan dengan truk. Tidak ada korban dalam kecelakaan ini,” kata Iptu Jaenudin Kanit lakalantas Polres Subang

Namun, saat proses evakuasi dan posisi bus dijalan menanjak tali derek putus bus itu pun bergerak mundur mengarah ke para pengendara dan kerumunan warga yang menyaksikan proses evakusi.

“Akibat putus tali derek, bus yang baru berjalan puluhan meter itu pun bergerak mundur hingga melindas salah seorang warga yang menyaksikan proses evakusi ,” katanya.

Kata Jaenudin, proses evakuasi tersebut tidak menggunakan mobil derek khusus, bus yang terlibat kecelakaan itu diderek oleh mobil dump truck.

Diketahui, warga yang menjadi korban adalah Nasir (65), warga Kampung Gunung Tua RT01/RW 01 Desa Gunung Tua Kecamatan Cijambe.

“Korban tewas seketika di TKP dan langsung dievakuasi ke RSUD Ciereng Subang, sebelum akhirnya di bawa pulang oleh pihak keluarga,” ungkapnya.

Kasus kecelakaan saat ini sedang diselidiki oleh Satlakalantas Polres Subang. Kedua sopir baik sopir bus maupun sopir dump truk yang menderek bus tersebut sudah diamankan ke Mapolres Subang.

Sementara menurut warga setempat (AA) proses evakuasi bus maut yang menelan korban jiwa itu dinilai tidak dilakukan secara profesional.Apa lagi, kata dia, saat dilakukan evakuasi ada petugas kepolisian.

“Menurut saya pribadi, proses evakuasi ini tidak dilakukan secara profesional, biasa dikatakan ada unsur lalai.Kenapa, karena tidak menginakan mobil derek, apa lagi medan jalan menanjak. Saya gak kebayang kalau laju bus mengarah ke kerumunan warga dan para pengendara,” pungkasnya.

(anr)

 

loading...

Feeds

negara

Mahasiswa 14 Negara Belajar ke Cireundeu

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kampung Adat Cireunde kedatangan tamu mancanegara. Para tamu tersebut merupakan peserta Summercourse , Sociopreuner dan Cultural workshop …