Dinas Sosial Kota Cimahi Kesulitan Atasi PMKS

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kota Cimahi saat ini masih mengalami kekurangan jumlah pekerja sosial (peksos) untuk membantu berbagai permasalahan sosial di Kota Cimahi.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Erick Yudha, secara keseluruhan hanya ada 250 pekerja sosial  yang disebar di tiga kecamatan dengan 15 kelurahan se-Kota Cimahi.

“Ya kita masih kekurangan pekerja sosial, masih perlu penambahan. Tapi tidak bisa tiba-tiba, untuk sekarang akan kita manfaatkan yang ada dulu,” ujar Erick.

Para pekerja sosial ini bertugas membantu setiap PMKS untuk meningkatkan dan menggunakan kemampuannya secara efektif untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan serta memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka alami.

“Mereka juga memberikan fasilitas interaksi dengan sistem-sistem sumber, mempengaruhi kebijakan sosial dan memeratakan atau menyalurkan sumber-sumber material. Intinya sistem sumber itu seperti keluarga dan lingkungan, kekayaan, mata pencaharian, dan lain-lain,” jelasnya.

Jumlah tersebut menjadi sangat timpang jika dibandingkan dengan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Cimahi yang mencapai 18.120 orang.

Jumlah tersebut terbagi kedalam beberapa jenis PMKS. Jumlah PMKS paling dominan ialah fakir miskin yang mencapai 10.603 jiwa. Kemudian disusul lanjut usia terlantar yang mencapai 2.946 jiwa.

Selanjutnya, ada juga perempuan rawan sosial ekonomi yang mencapai 1.909 jiwa. Selain itu, ada juga masyarakat yang menjadi korban trafficking empat orang. Kemudian, yang menjadi pemulung 68 jiwa, gelandangan 38 jiwa, dan pengemis enam jiwa serta ada berbagai jenis PMKS lainnya.

“Jumlah tersebut hasil pendataan PSM, dan akan terus diperbaharui. Kita juga terus memikirkan bagaimana cara mengurangi dan memberdayakan para PMKS,” tuturnya.

Tak semua PMKS merupakan orang miskin tidak mampu. Sebab banyak kategori PMKS yang tak melulu membutuhkan bantuan secara materi, namun lebih pada kebutuhan psikologis.

“Misalnya lanjut usia terlantar, yang jumlahnya sekitar 2.946 jiwa, rata-rata mereka berasal dari keluarga yang mampu, tapi diterlantarkan oleh anggota keluarga yang lainnya. Jadi bukan masalah ekonomi, tapi ke permasalahan sosialnya,” ungkapnya.

Menurut dia, jumlah PMKS setiap tahunnya berada pada angka yang tak menentu, tergantung dari pribadi menyikapi permasalahan kehidupannya.

“Contoh fakir miskin, bukan berarti semuanya miskin. Mereka ada yang punya pekerjaan, tapi tidak memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Kalau orangnya tidak mandiri dan memang malas, ya bisa jadi jumlah fakir miskin akan terus bertambah,” tegasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

dinkes

Dinkes Bandung Utamakan Kualitas Puskesmas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas Puskesmas. “Untuk kondisi sekarang, yang penting bagi …
dpd

DPD KNPI Kota Bandung Gelar Orientasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peringati hari kemerdekaan Republik Indonesia, DPD KNPI Kota Bandung menggelar orientasi 210 peserta di salah satu pusat pendidikan …
kodim

Kemarau, Kodim 0605 Subang Bantu Petani

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Kodim 0605/Subang telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau panjang. Salah satunya adalah dengan melakukan pengawalan …
zurich

Zurich Luncurkan Asuransi Kelas Dunia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi penyakit kritis terbaru Zurich Critical Advantage (ZCA) dengan manfaat utama perawatan medis …
silat

1.200 Atlet Pencak Silat Siap Berlaga

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 1.200 atlet silat dari berbagai perguruan pencak silat dari berbagai provinsi dipastikan akan mengikuti ‘Pencak Silat …
perdamaian

MWA Unpad Belum Ajukan Perdamaian

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim Pengacara calon rektor (carek) Unpad, Prof Atip Latipulhayat, mengakui belum mendapat ajakan perdamaian secara serius dari Majelis …