OVO Hadirkan Inovasi Layanan bagi Konsumen Se-Indonesia

MUDAH: Berbelanja melalui platform memudahkan segalanya, bahkan jika ingin mengubah pesanan atau angka yang kelebihan bisa di unvote oleh sang pedagang, sehingga takan pembeli takan kehilangan uangnya dengan percuma. ( foto : NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG )

MUDAH: Berbelanja melalui platform memudahkan segalanya, bahkan jika ingin mengubah pesanan atau angka yang kelebihan bisa di unvote oleh sang pedagang, sehingga takan pembeli takan kehilangan uangnya dengan percuma. ( foto : NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Platform terluas di Indonesia, OVO menghadirkan inovasi layanan dan produk bagi pengguna maupun merchants.

Selama dua bulan, OVO QR code dapat diakses 25.000 Usaha Kecil Menengah (UKM) di seluruh Indonesia khususnya, Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Solo dan Bandung. Jawa Barat sendiri, informasi yang diterima Pojok Bandung menjadj penyumbang terbesar.

Director of OVO, Johnny Widodo menyebut, satu-satunya platform pembayaran di Indonesia yang diterima di semua jenis bisnis, dari mal besar hingga gerai tradisional kecil yang belum pernah tersentuh pembayaran non-tunai.

“Banyak manfaat dari pembayaran nontunai ini, seperti menghindari kehilangan uang, dapatnya uang palsu, serta tidak adanya kembalian,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu (22/9/2018).

Ia menargetkan, dalam sebulan 100.000 UKM siap disasar. Jumlah tersebut, menyumbang lebih dari 60 persen PDB negara.

Sebagai kota yang kaya akan kuliner serta objek wisata, Bandung memiliki 300.000 UMKM yang menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi Bandung.

“Kendala jika berbicara tentang teknologi, karena berkaitan akan infrastruktur. Tapi balik lagi, jika didukung dengan operator yang jaringan pas maka tidak akan berarti,” tuturnya.

Upaya dilakukan memastikan banyak pemilik usaha kecil yang dapat memanfaatkan teknologi nontunai untuk pertama kalinya, serta menumbuhkan bisnis mereka secara lebih cepat dengan memanfaatkan basis pelanggan OVO dan Grab.

“Go digital sebagai cara kami membantu UKM untuk menumbuhkan bisnis secara lebih cepat, mereka dapat berkontribusi secara nyata terhadap ekonomi kota Bandung,” ungkapnya.

Johnny menambahkan, belum ada yang dapat membawa UKM seperti warung kelontong ke dalam pembayaran non-tunai dalam skala yang besar. Tersedianya QR code di UKM menjadikan OVO sebagai main wallet yang dapat digunakan oleh siapa pun, di mana pun dan kapan pun.

“Bahkan pembelian pulsa telepon atau listrik, serta pembayaran billing kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi, lanjutnya, mempermudah masyarakat dalam bertransaksi nontunai, OVO telah bermitra dengan beberapa perusahaan terkemuka dan terpercaya di Indonesia yang sudah tepasang stiker OVO.

“Dalam waktu dekat akan tersedia pada 350.000 gerai, hal ini menjadikan OVO  satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka,” pungkansya.

(nda)

loading...

Feeds