Lebih Dekat dengan Hans Koes, Sang ‘Metamorfosa’ Yon Koes Plus dari Taman Kopo Indah

Hans Koes saat membawakan lagu Koes Plus belum lama ini. Foto:Istimewa

Hans Koes saat membawakan lagu Koes Plus belum lama ini. Foto:Istimewa

Dalam perjalannya, saat bersama B Plus itulah Hans Koes bertemu dengan Sang Legendaris Yon Koes. Keakrabanpun terlihat, bahkan Hans diajak makan bersama oleh Yon Koes Plus. Pucuk dicinta ulam pun tiba,  peribahasa tersebut sangat dirasakan oleh Hans, saat itulah Hans mendapat bisikan dari sang legenda, ‘Kamu bagus seperti saya muda dulu,lestarikan lagu-lagu Koes Plus ya’ ujar Hans menirukan bisikan dari sang Legenda Yon Koes Plus.


Hans dan Yon pun langsung makan dan ternyata Yon Koes tidak neko-neko. Hans mengajak Yon Koes untuk makan di Rumah Makan Padang dan kesukaanya pun ternyata sama, yaitu Kikil.

Selang tiga bulan setelah pertemuan tersebut, Hans dibuat terhenyak oleh kabar Mas Yon yang meninggl dunia setelah mengalami sakit.

”Sebagai salah seorang penggemar berat Mas Yon, saya sangat bersedih dan langsung berangkat ke rumah duka di Jakarta. Saat itu saya sempat mengantar ke pemakaman Mas Yon. Dan saat itu pula saya mendengar dari sang istri Mas Yon ‘Kamu mirip Mas Yon,’ ujar Hans menirukan ungkapan sang istri Yon.

Sepeninggal sang legenda Yon Koes Plus, Hans terus berkarya. Salah satunya dengan selalu menyanyikan lagu kesayangan Yon Koes seperti ‘hati beku dan ‘indahnya kasih’.

”Sekarang saya juga sering menyanyikan lagu Mas Yon di Smule,setiap bernyanyi di Smule banyak sekali komen, dan setiap yang join nyanyi dengan sy di Smule banyak yang bilang grogi. Saat itu saya nyanyi lagu Koes Plus berjudul ‘sendiri dan rahasia’ dengan orang Bogor, ada yang nyeletuk mas Hans kayak Mas Yon Koes Plus ya,” ujar Hans.

Bahkan, lanjut Hans saat dia jalan-jalan ke Thailand walau waktu itu Hans tidak memainkan lagu Koes Plus, ada yang bilang tampilan Hans mirip Koes Plus, padahal saat itu Hans tidak nyanyi hanya jalan-jalan saja. ”Ya penampilan saya memang apa adanya,” ujar Hans.

Ada kejadian unik juga sekitar empat tahun lalu. Hans diajak orang Jakarta untuk rekaman lagu Koes Plus. Setelah menjadi album, dalam kemasan CD ada harganya Rp 50 ribu. Tujuannya hasil penjualan akan disumbabgkan untuk keluarga Mas Yon Koes Plus.

”Ternyata setelah tiga bulan rekaman, beredar CD bajakan lagu-lagu saya tersebut dan dibanderol Rp 5 ribu per CD. Saya tanya pedagangnya ternyata dari Glodok, dan katanya CD bajakan itu laku banget. Saya yang berjuang tapi orang lain yang ngebajak. Namun saya ambil hikmahnya saja, karena dengan kasus bajakan tersebut, lagu-lagu saya tersebar dan disukai masyarakat,” pungkas Hans.

(azm/pojokbandung)

 

Loading...

loading...

Feeds