Dapat Akses Jalan, Eko Tetap Menuntut

POJOKBANDUNG.com – BANDUNG – Setelah mendapat akses jalan masuk yang sebelumnya terblokade bangunan tetangga, Eko Purnomo (37) masih memiliki ganjalan. Hal itu disebabkan pemberi jalan bukan sesuai dengan denah yang ia miliki melainkan orang lain.

Berdasarkan denah yang ada dalam sertifikatnya, akses jalan Eko seharusnya melalui rumah yang saat ini ditempati oleh tetangganya, Rohanda yang berada di sebelah kiri rumah Eko. Namun berdasarkan mediasi kemarin, yang memberi jalan justru rumah milik ahli waris (alm) Imas yang berada di belakang rumah Eko.

“Jujur keinginan saya mah jalan yang kini dibangun rumah Ibu Rohanda sesuai di sertifikat dan berita acara BPN (Badan Pertanahan Nasional) serta mengacu kepada keabsahan dari sertifikat yang saya miliki,” ujar Eko, Kamis (20/9).

Eko mengaku solusi yang kini telah ada belum sepenuhnya dibilang selesai. Sebab hak akses jalan sesuai sertifikat yang juga dituntutnya belum terkabulkan.

“Kalau bagi kami tidak bisa bilang selesai atau belum, cuma intinya hak yang sesuai di sertifikat yang selama ini saya tuntut tidak dikabulkan, seolah-olah hukum tidak digunakan dan aturan dilanggar,” kata dia.

Eko mengatakan dirinya sudah mengutarakan haknya dalam mediasi kemarin. Namun pemerintah setempat sebagai penengah dalam mediasi tetap mengambil jalan tengah yang kini menjadi solusi akses jalan.

“Sudah diutarakan dimediasi berkali-kali saya minta hak sesuai di sertifikat tapi karena itu solusi dari pengurus saya terima. Masa ada yang mau ngasih jalan saya tolak, intinya menolak rezeki. Tapi tetap hak saya sepenuhnya belum saya dapatkan walaupun itupun solusi terbaik. Meskipun dengan berat hati tapi tetap saya dengan adik akan mencari keadilan hak yang sesuai di sertifikat,” ucap Eko.

Kendati demikian, Eko tetap menerima apa yang telah menjadi solusi. Kisah rumah Eko di Kampung Sukagalih, RT 5 RW 6, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung itu viral di media sosial. Rumah bercat hijau itu sejak 2016 lalu terblokade oleh bangunan lain sehingga tidak memiliki akses jalan.

Awalnya rumah yang menjadi kontrakan itu berdiri di sebidang tanah kosong. Lama kelamaan rumah tersebut mulai dikeliling oleh bangunan milik tetangganya karena status kepemilikan tanah sudah berpindah tangan.

Saat itu Eko mengaku sempat mencari solusi dengan menawar sebidang tanah milik tetangganya Rp10 juta untuk akses jalan. Namun hal itu menemui jalan buntu hingga rumah kontrakan tersebut tak lagi dihuni oleh siapa pun.

(arh)

loading...

Feeds

DJP Jabar I Genjot Pajak UMKM Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Potensi raihan pajak dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat luar biasa besar. Terlebih dengan kebijakan penurunan …