E-tilang Jakarta, Bandung Kapan?

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pengendara Bandung menanggapi  akan berlakunya e-tilang di Jakarta. Jika sanksi tersebut berhasil, warga Bandung berharap sosialisasinya harus lebih gencar.


Seperti Suryanata, pengendara Ojol yang kerap mangkal di sekitar Jalan Diponogoro mengatakan, ETLE atau tilang elektronik belum mengerti secara gamblang, sehingga jika benar diberlakukan maka perlu sosialisasi secara menyeluruh.

“Belum tau aturan seperti apa, apakah nanti tiba-tiba dapat peringatan melalui telfon atau teguran langsung,” ujarnya di Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Rabu (19/9/2018).

Suryanata menjelaskan, selama masa percobaan seharusnya diberikan sosialisasi secara menyeluruh dulu di beberapa kota/kabupaten se-Indonesia, sehingga ketika nanti benar diberlakukan masyarakat tidak kaget dengan sistem tilang elektronik tersebut.

 

Baca Juga: E-tilang, Pengendara Diminta Cantumkan Alamat Email

 

Menurutnya, jika tilang elektronik itu dimaksudkan pemerintah untuk meminimalisir angka pungli di lapangan memang sangat efisien, akan tetapi aturan perlu sampak kepada masyarakat sampai pelosok-pelosok desa, sehingga ada kepatuhan ketika benar diberlakukan.

“Kalau ada orang desa jalan ke kota dan belum tau aturan, tiba-tiba di tagih melalui telfon genggam kan bisa kaget,” ungkapnya.

Ketika ditanya perihal membebani atau tidak, Suryanata mengatakan, memiliki point baik dan kurangnya atas kebijakan tersebut, untuk kurang nya sendiri instansi terkait harus berikan pemahaman secara jelas baik pengguna lalulintas muda dan tua, jika untuk baiknya sendiri bisa mengurangi tingkat kecurangan yang dilakukan oknum tertentu.

“Masih belum tau kalau Ojol kayak saya sendiri itu seperti apa aturanya,” jelasnya.

Senada dengan Suryanata, Muhamad Irfan Ojol yang kerap mangkal di Jalan Jawa juga berpendapat aturan tilang elektronik sendiri belum menyeluruh dan rata-rata belum memahami.

“Tilang elektronik itu make CCTV terus di tulis langsung apa seperti apa, saya belum mengerti aturan tersebut,” ujar Irfan

Irfan berkomentar, seandainya benar aturan tersebut diaplikasikan di seluruh Indonesia harus ada transparan juga jangan sampai ada oknum yang memanfatkan sistem-sistem tersebut.

“Misalkan tilang sekarang menggunakan bank dan harus dibayar melalui Bank langsung, nah itu harus ada rincian keseluruhanya,” kata Irfan

Dengan Upgrade sistem tilang tersebut menurut Irfan harus memberikan dampak yang baik bukan menjadi hal yang lebih buruk dari sistem sebelum tilang elektronik itu diperlakukan.

“Intinya kalau sistem diperbaiki harus lebih baik dari sebelumnya dan harus tidak membebani pengguna jalan,” pungkasnya.

 

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …