Duh….Enam Guru ASN Konsumsi Obat Terlarang

Pelaksanaan tes urine terhadap 600 guru ASN di Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).

Pelaksanaan tes urine terhadap 600 guru ASN di Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak enam guru ASN terindikasi positif mengonsumsi zat adiktif. Hal itu sehari setelah pelaksanaan tes urine terhadap 600 guru ASN di Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (17/9/2018). Mereka pun harus kembali melaksanakan assessment lanjutan dan hasilnya baru bisa diketahui besok.


Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Suber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi, Harjono, membeberkan, saat pemeriksaan urine awal, ada 14 urin yang sampelnya samar-samar mengandung zat terlarang. Setelah diriksa ulang, ternyata yang diduga positif hanya enam ASN.

“Dari yang 14 samar itu diuji spesifik muncul ternyata yang delapan itu aman, sedangkan enam lainnya terindikasi positif zat adiktif,” ungkap Harjono saat ditemui di Pemkot Cimahi, Selasa (18/9/2018).

Untuk memastikan kebenarannya, kata Harjono, keenam ASN tersebut hari ini menjalani assessment oleh BNNK Cimahi. Pihaknya pun masih menunggu hasil assessment tersebut.

“Kita belum lihat juga spesifikasinya. Saya masih nunggu hasil assessment, kemungkinan besok. Kalau dari enam itu menggunaakan obat dari dokter, wajib melampirkan resepnya,” kata Harjono.

Tapi, jika hasil assesment membuktikan bahwa keenam ASN tersebut menggunakan obat terlarang, pasti akan diberikan sanksi disiplin. Sanksi akan disesuaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kami akan menyurati atasannya untuk memberikan jenis hukuman apa yang bisa diterapkan. Kalau terbukti penyalahguna, nanti ada sanksi administasi,” tegasnya.

Pelaksanaan tes urin juga dilaksanakan oleh 468 karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Kota Cimahi. Pelaksanaan tes urine di RSUD merupakan gelombang kedua yang dilakukan terhadap para ASN Pemkot Cimahi.

Selain di RSUD Cibabat, tes urine juga dilakukan kepada ASN di Dinas Pol PP dan karyawan Sekretariat Dewan (Setwan).

“Jadi semua sudah melaksanakan tes urine, terakhir ini guru. Untuk satu orang kita membutuhkan sekitar Rp 150 ribu,” ujarnya.

 

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …