Tak Ikut Ritme, ASN Pemprov Jabar Harus Siap Mundur

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers. (Foto:rmoljabar)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan pers. (Foto:rmoljabar)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Jawa Barat harus bisa merealisasikan 742 program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Mereka yang tidak bisa menjalankan tugas harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil 742 program tersebut adalah aspirasi masyarakat dan juga visi misinya selama lima tahun ke depan. Ia meminta semua pihak ikut berpartisipasi dalam menyukseskannya.

“Bekerja berorentasi pada hasil, bukan proses saja. Maka harus gerak cepat, istilah saya ngabret dengan mengikuti pola pikir warga, maunya kayak apa,” katanya saat ditemui usai menggelar rapat terbatas dengan para pejabat Pemprov Jabar di Gedung Sate, Senin (17/9).

Dalam waktu seminggu ini, kata Emil, para kepala perangkat daerah akan menandatangani pakta integritas untuk merralisasikan berbagai program kerja demi melayani masyarakat. Jika tidak bisa mengikuti ritme, otomatis menjadi surat pengunduran diri para pejabat eselon 2, 3, dan 4, dari jabatannya masing-masing.

Ia akan melakukan evaluasi untuk melihat progres dan keseriusan para pejabat dalam bekerja merealisasikan program.

“Sebanyak 700-an program itu memang terkesan ambisius, tapi kenapa enggak.  Per empat bulan akan ada evaluasi,” katanya.

Di samping itu, ia menuturkan akan membentuk tim Public Private Partnership yang bertugas mengetuk perusahaan-perusahaan swasta untuk memberikan dana hibah atau CSR sebagai biaya realisasi sebagian program-program kerjanya.

Tim cepat tanggap pun segera dibentuk di antaranya untuk mengangani permasalahan DAS Citarum dan tim cepat tanggap untuk mengatasi berbagai laporan masyarakat mengenai masalah sosial.

“Kami meminta ASN menyosialisasikan Perpres 33 Tahun 2018 tentang Kewenangan Gubernur. Sekarang gubernur bisa membatalkan perda dan perwal, bisa memberi raport kepada kota kabupaten, mengevaluasi kebijakan dan bisa memberikan insentif,” katanya.

Sebelumnya, Tim Optimasi dan Sinkronisasi (TOS) menyelesaikan tugasnya menyusun rekomendasi untuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam memimpin dan membangun Jabar selama 2018-2023.

Loading...

loading...

Feeds

habibie

Wabup Pimpin Salat Gaib untuk B.J Habibie

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Berduka atas wafatnya Presiden Indonesia ke-3 almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie, ratusan ASN Pemkab Subang bersama masyarakat melaksanakan Salat …
habibie

Oded: Habibie Pengingat Zikir dan Berpikir

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung, Oded M Danial punya pandangan sendiri tentang Presiden ke-3 RI B.J Habibie. Di mata Oded, …
terkotor

Bandung Kota Terkotor di Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Berbagai cara telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menyandang predikat kota yang bersih. Dari seabrek program …

Revisi UU Dinilai Bisa Membuat KPK Lebih Baik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG  – Revisi UU KPK mendapat dukungan dari masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarkat Jawa Barat (GMJB). Mereka meyakini …
riasan

Riasan Antik Bikin Siswa Asyik

POJOKBANDUNG.com, SETIAP  guru punya metode khas agar siswanya nyantol. Yang dilakukan Theeraphong Meesat ini unik. Dia berdandan nyentrik. Mirip badut. …