RI Ajak Malaysia-Filipina Latihan Patroli Darat

Patroli laut

Patroli laut

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Berhasil membebaskan tiga WNI dari kelompok Abu Sayyaf tidak lantas mengendorkan kerja sama keamanan dan pertahanan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Melalui pertemuan trilateral di Manila, Filipina akhir pekan lalu (14/9), Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengajak dua negeri jiran itu mengadakan latihan patroli darat bersama.


”Terutama untuk pemberantasan teroris,” ungkap Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Berdasar informasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), tiga WNI yang berhasil dibebaskan oleh militer Filipina adalah Hamdan bin Salim, 34; Subande Satto, 27; dan Sudarlan Samansung, 41.

Ketiga WNI itu diculik kelompok Abu Sayyaf Januari tahun lalu di Perairan Sabah. Lokasinya nyaris sama dengan tempat penculikan dua nelayan berkewarganegaraan Indonesia Selasa pekan lalu (11/9/2018).

Ryamizard mengakui wilayah lokasi penculikan itu masih belum aman. ”Sudah seribu kali kami ngomong (belum aman),” jelasnya.

Karena itu, sambung Ryamizard, pihaknya mengingatkan agar tidak ada yang beraktivitas di sana. ”Saya bilang laut sudah (latihan dan patroli bersama), udara sudah, sekarang darat,” ungkap dia.

Dengan begitu, setiap matra TNI pernah latihan dan patroli bersama Malaysia dan Filipina. Itu penting lantaran menindak aksi teror kelompok Abu Sayyaf tidak boleh gegabah dan sembarangan. Ryamizard menyebutkan bahwa perlu latihan yang baik sebelum mereka bergerak.

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto menjelaskan bahwa setelah latihan bersama itu terlaksana, bukan tidak mungkin dilaksanakan operasi gabungan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk mengamankan wilayah perbatasan tiga negara yang masih rawan. ”Iya, bareng-bareng sesuai dengan kesepakatan tiga negara,” terang Totok.

(syn/ttg)

Loading...

loading...

Feeds