Universitas Pasundan Gelar Diskusi Terbatas Terkait Pilpres 2019

pakar ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung Muradi, Anggoro Budi N (pengamat ekonomi Institut Teknologi Bandung), Tata S Wirasasmita (pakar statistika Unpad), Rudi Martiawan (pengamat kebijakan publik Unpas), dan Ridho Eisy (pakar media).

pakar ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung Muradi, Anggoro Budi N (pengamat ekonomi Institut Teknologi Bandung), Tata S Wirasasmita (pakar statistika Unpad), Rudi Martiawan (pengamat kebijakan publik Unpas), dan Ridho Eisy (pakar media).

POJOKBANDUNG.com, FAKULTAS Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan menyelenggarakan diskusi terbatas terkait Pemilihan Presiden 2019, di Kampus Fisip Unpas, Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Sabtu (15/9/2018).


Diskusi bertema ‘Quo Vadis Pilpres 2019’, menghadirkan pembicara seperti pakar ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung Muradi, Anggoro Budi N (pengamat ekonomi Institut Teknologi Bandung), Tata S Wirasasmita (pakar statistika Unpad), Rudi Martiawan (pengamat kebijakan publik Unpas), dan Ridho Eisy (pakar media).

Menurut Muradi, ada tantangan sekaligus ancaman dalam Pemilihan Umum 2019 mendatang. Ancaman yang serius, dikatakan dia, adalah menguatnya politik populisme, politik sempit yang menggunakan media sosial.

“Tapi, tantangannya adalah hal yang baik, karena 2019 bisa menjadi milestones bagi generasi mendatang. Jadi, banyak calon yang berpotensi di luar Pak Jokowi (Joko Widodo), ménjadikan 2019 sebagai pengalaman untuk 2024,” urai Muradi.

Muradi menuturkan, dalam perpolitikan nasional terdapat polarisasi ideologi. Dalam artian, partai politik yang secara ‘de facto’ telah mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, berpindah ke calon lainnya. Muradi menilai, untuk pendidikan politik hal itu sebenarnya tidak baik.

“Karena orang berpindah haluan bukan karena ideologi, melainkan kepentingan semata,” beber dia.

Dalam diskusi terbatas tersebut, dibahas pula tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Selain itu, masyarakat juga tengah dihadapi dengan membanjirnya berita bohong atau hoaks yang sering menjadi pemicu perpecahan.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …