Mutakhirkan Sistem Rujukan Online di Fase Kedua Demi Kepuasan Peserta JKN-KIS

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Seluruh fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan di Indonesia telah menerapkan digitalisasi rujukan atau yang lebih dikenal dengan rujukan online mulai Agustus hingga September ini.

Sebagai bagian dari efektifitas program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menerapkan rujukan secara online sehingga tidak perlu menunggu prosedur manual.

Setelah melewati masa uji coba fase 1 rujukan online yang dimulai sejak tanggal 15 Agustus kini tengah menjelang fase 3 setelah 15 September 2018 mendatang.

“Banyak hal positif yang diperoleh dari ujicoba selama fase 1 dan fase 2 ini, antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan beserta dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal prakteknya,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Yudha Indrajaya di kantornya pada Kamis (13/09/2018).

Ia mengatakan proses rujukan online bertujuan untuk memberi kemudahan dan kepastian bagi peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan rujukan.

Selain itu juga dengan teredukasinya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), petugas di FKTP tersebut diharapkan untuk taat menggunakan input riwayat pelayanan kesehatan.

Sementara, Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau RS untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana serta mulai dikenalnya konsep rujukan online bagi peserta.

Dari hasil uji coba fase 1 dan fase 2, BPJS Kesehatan juga menerima masukan-masukan yang membangun dari FKTP, FKRTL maupun peserta terhadap beberapa kondisi tertentu yang menjadi kendala di lapangan. Yudha menjelaskan sudah terdapat beberapa pemutakhiran sistem ketika di uji coba fase 2 ini.

“FKRTL bisa edit data kompetensi dan sarana yang ada di aplikasi Health Facilities Information System (HFIS). Kedua, perbaikan data mapping FKRTL berdasarkan jarak dan kompetensinya.

Ketiga adalah penambahan fitur untuk rujukan kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus seperti kanker, hemodialisa, thallasemia, hemophilia dan penyakit lain. Pada jangka panjang, digitalisasi rujukan ini akan mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan dan mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Perlu diketahui, sistem yang telah diuji cobakan sejak tanggal 15 Agustus 2018 ini  adalah digitalisasi proses rujukan berjenjang dari fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk memudahkan pasien dalam memperoleh layanan rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak, dan kapasitas sesuai dengan kebutuhan pasien.

“Melalui penyempurnaan-penyempurnaan tersebut diharapkan dalam menyongsong fase 3 ini pelaksanaan sistem rujukan online berjalan baik, untuk ke depannya digitalisasi rujukan ini akan mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan dan mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan,” pungkas Yudha.

(dh)

loading...

Feeds

Anak Tito Jadi Korban Hoaks

Jagat media sosial sedang ramai membahas video perempuan muda dengan gaya hidup glamor. Turun dari pesawat pribadi, memamerkan tempat tinggal …