Hadapi Pilpres 2019, Babinsa TNI AD Harus Melek IT

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG BARAT – Babinsa (Bintara Pembina Desa) TNI AD dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah dalam menghadapi persoalan dan pembinaan teritorial. Selain tugas reguler seperti mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial, tahun depan tugasnya akan lebih berat dengan adanya agenda Pilpres 2019.

“Penguasaan IT menjadi salah satu aspek yang harus dikuasai Babinsa, karena dengan adanya web pelaporan dilakukan secara online,” tutur Wakil Komandan Pusat Pendidikan Teritorial (Wadanpusdikter) Letkol Inf Ahmad Basuki saat ‘Upacara Pembukaan Pendidikan Bintara Pelatih Teritorial TA 2018’, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, pendidikan bintara pelatih teritorial yang diikuti oleh 20 bintara perwakilan dari beberapa kodim ini menjadi sangat penting.

Selain untuk menambah wawasan dan skill, pelatihan ini juga sebagai proses pembelajaran karena ada Babinsa yang mengalami perpindahan posisi. Seperti personel dari satuan tempur batalion ke satuan kewilayahan, bagi yang belum terbiasa tugas kewilayahan maka perlu adaptasi.

“Pelatihan ini dilakukan selama enam pekan dengan semua instruktur dari Pusdikter. Materi pelatihan yang disampaikan mencakup kepelatihan, mengajar efektif, penguasaan IT, pengumpulan data, dan lain-lain.”

Dia menyampaikan, amanat Danpusdikter Mayor Jenderal TNI Hartomo bahwa proses pelatihan ini menjadi bagian penting sebab mereka akan menjadi pelatih di kesatuan.

Peningkatan kualitas SDM bintara pelatih teritorial di satuan korwil dan rindam akan memberikan penguatan ilmu kepada babinsa agar memiliki kemampuan mumpuni dalam pembinaan teritorial.

Menurutnya, enam minggu adalah waktu yang cukup singkat jika dihadapkan pada materi yang akan diberikan. Gali semua potensi dan informasi sebanyak-banyaknya sebagai bekal implementasi ketika terjun ke kesatuan dan masyarakat.

Untuk itu, pihaknya meminta agar waktu dimanfaatkan sebaik-baiknya, jaga kesehatan dan kekompakan, serta nama baik satuan.

“Tantangan ke depan tidak mudah, penanganan bencana alam, bantuan kemanusiaan, radikalisme, dan sikap intoleransi, harus jadi fokus. Termasuk meredam perbedaan pendukung saat pilpres nanti,” pungkasnya.

(bie)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …