Empat Pilar Benteng dari Dampak Negatif Globalisasi

SOSIALISASI: Anggota DPR/MPR RI F PPP Hj. Ratieh Sanggarwaty, SE menyampaikan materi sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara bersama seluruh jajaran pengurus DPC PPP Sumedang, Kamis (13/9/2018)

SOSIALISASI: Anggota DPR/MPR RI F PPP Hj. Ratieh Sanggarwaty, SE menyampaikan materi sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara bersama seluruh jajaran pengurus DPC PPP Sumedang, Kamis (13/9/2018)

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG – Bangsa Indonesia patut bersyukur, pasalnya sampai saat ini warga negara bisa hidup damai di alam kemerdekaan. Indonesia tetap utuh meski berbeda-beda suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama. Itu semua karena Indonesia memiliki empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.


“Sebagai bangsa Indonesia kita patut bersyukur karena sampai saat ini meski berbeda-beda suku bangsa, bahasa, budaya dan agama negara kita tetap utuh sebagai NKRI dari Sabang sampai Merauke. Karena negara ini memiliki unsur pemersatu yakni empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Hj. Ratieh Sanggarwaty, Anggota DPR RI Komisi XI dari fraksi PPP dalam pemaparannya di hadapan kader PPP Sumedang, Kamis (13/9/2018).

Dalam Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diikuti struktur internal pengurus dan anggota DPC PPP tersebut, Ratieh menegaskan, empat konsensus dasar ini perlu terus disosialisasikan sebagai filter terhadap ancaman pengaruh luar yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia dan dalam menjawab tantangan di era globalisasi dan disrupsi digital saat ini.

“Saat ini, ancaman gerakan radikal serta penghancuran kultur budaya melalui derasnya era globalisasi semakain gencar, sehingga mengancam terjadinya degradasi moral terhadap generasi muda,” ucap mantan model ternama nasional ini.

Menurut Ratieh, banyak sendi kehidupan yang dikhawatirkan disusupi segala bentuk yang tidak sesuai dengan empat konsensus berbangsa milik Indonesia tersebut.
Beberapa di antaranya seperti, Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender (LGBT), narkoba, pergaulan bebas, terorisme, proxy war dan dekadensi moral.

“Semuanya itu telah melanggar norma kehidupan di kita dan menabrak nilai-nilai empat konsensus kebangsaan,” katanya.

Ratieh juga mengimbau, para kader PPP Sumedang agar menjadikan empat konsensus yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai filter, terutama untuk menyaring masuknya paham yang bisa mengancam keutuhan NKRI seperti halnya terorisme.

“Maraknya rentetan aksi terorisme menunjukan bahwa mereka melawan empat pilar ini. Oleh karena itu mohon dukungannya, kami sedang mengusahakan revisi UU terorisme,” tandasnya.

Dengan demikian, Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

(rik)

 

Loading...

loading...

Feeds