PT. Nur Mandiri Jaya Properti Dinilai Rusak Gunung Gajah Langu di Cimahi

AKSES : Salah satu akses jalan menuju pembangunan komplek di Cireundeu. (WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

AKSES : Salah satu akses jalan menuju pembangunan komplek di Cireundeu. (WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pembangunan komplek perumahan di Gunung Gajah Langu, Kampung Adat Cireundeu belum bisa dilanjutkan. Itu lantaran PT. Nur Mandiri Jaya Properti, selaku pengembang belum memenuhi persyaratan pelaksanaan pembangunan. Dengan begitu, Pemerintah Kota Cimahi menganggap pihak pengembang melakukan pelanggaran regulasi pembangunan.


Menurut Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Diah Ajuni Lukitosari, persyaratan yang harus disertakan oleh pengembang seperti UPL/UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup/Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) belum rampung.

“Sebetulnya sudah bisa simultan menyiapkan Izin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tapi karena UPL/UKL belum selesai, ya belum bisa terbit,” ujarnya saat ditemui usai audiensi di Gedung DPRD Kota Cimahi, Jalan D. Karmita, Rabu (12/9/2018).

Dia menambahkan, untuk menerbitkan izin perlu perhitungan yang tepat. Sebab,harus diketahui mengenai potensi bencana yang ditimbulkan dalam setiap pembangunan.  saat ini kajiannya sedang dilakukan secara intens dengan konsultan.

“Hasil kajian konsultan, itu memang daerah rawan longsor.  Untuk resapan kita belum lihat seberapa besar run-off dari tutupan dan resapan belum keluar di dokumen kajian. Sehingga kami  tidak bisa gegabah mengeluarkan izin,” ungkapnya.

Selain izin yang masih bermasalah, PT. Nur Mandiri Jaya Properti tidak memikirkan dampak bencana dari pembangunan komplek tersebut. Bahkan, mereka telah menggunduli lahan Gunung Gajah Langu yang merupakan wilayah hijau.

“Kalau melihat apa yang sudah dilakukan oleh pengembang, mereka itu sangat sembarangan melakukan pembangunan, tanpa memikirkan dulu faktor keamanannya seperti apa,” ujar anggota Komisi III DPRD Cimahi Enang Sahri Lukmansyah.

Ia mengatakan pengembang harus mengikuti aturan dan memenuhi segala persyaratan yang berlaku jika ingin melanjutkan pembangunan.

“Sebetulnya berharap tidak dilanjutkan, tapi kita tidak bisa menolak jika ada investor yang masuk. Catatannya, tentu harus mengikuti aturan dan memikirkan kondisi lingkungan disitu,” tegasnya.

Sementara itu, pihak pengembang teteap bersikukuh untuk melanjutkan pembangunan Komplek Perumahan Griya Asri Cireundeu. Lokasinya di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …