Pawai Obor di Bojongloa Kota Bandung ‘Dipanaskan’ 4.000 Santri

Sejumlah warga mengikuti pawai obor saat melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Senin (10/9/2018) malam.

Sejumlah warga mengikuti pawai obor saat melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Senin (10/9/2018) malam.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebanyak 4.000 santri dan masyarakat se-Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Senin (10/9/2018) melakukan pawai obor usai salat maghrib dan memulai pawai dari kantor Kecamatan Bojongloa Kaler. Suasana pawai obor terlihat meriah karena masyarakat terlihat antusias mengikuti pawai obor.

Para petugas kepolisian dan Satpol PP terlihat mengatur lalu lintas di sepanjang Jalan Kopo, Jalan Pasir Koja, dan Jalan Peta, yang dilalui pawai obor tersebut.

“(Sebanyak) 4.000 santri dan masyarakat ini terdiri dari 150 madrasah yang ada di Kecamatan Bojongloa Kaler Bandung,” ujar Panitia dan Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kecamatan Bojongloa Kaler, Daden Nurfalah.

Daden menambahkan dalam menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah ini menjadikan semangat kesatuan semangat kebersamaan untuk mencapai kota Bandung yang aman, damai dan tentram.

Daden Nurfalah, berharap Wali Kota Bandung Oded M Danial dapat lebih memerhatikan pendidikan madrasah atau pondok pesantren.

Daden Nurfalah mengatakan saat ini terdapat beberapa pondok pesantren dan sekolah madrasah di Kota Bandung yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, dari sarana dan prasana serta guru.

“Semoga Wali Kota Bandung yang baru terpilih bisa memperhatikan sekolah madrasah dan pondok pesantren dari segi sarana dan prasana serta guru pengajarnya,” ujarnya.

Daden menyebut di Kecamatan Bojongloa Kaler Bandung terdapat kurang lebih 150 madrasah dan masih banyak kurang perhatian dari sarana dan prasaranya hingga guru.

Ia berharap  Wali Kota Bandung yang terpilih bisa lebih memerhatikan agar sekolah madrasah dan pondok pesantren setara dengan sekolah formal.

(bun/peh)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …