Ternyata Sopir Pembawa Bus Maut di Sukabumi Seorang Kernet

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi. Foto:rmoljabar

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi. Foto:rmoljabar

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Polisi temukan pria yang diduga sebagai sopir bus hingga terjun ke jurang di turunan Letter S Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Pria bernama Muhammad Adam itu ternyata tugas aslinya sebagai kernet. Namun saat kejadian, pria tersebut mengganti sopir aslinya bernama Jahidi. “Ketika memasuki Simpangratu ke atas, mereka berganti posisi. Jahidi memberikan tugasnya sebagai sopir ke Adam,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Minggu (9/9).

Menurutnya, Adam sendiri ditemukan di sekitar TKP dalam keadaan luka. Bahkan lukanya pun cukup parah. “Saat ditemukan, Adam dalam keadaan luka patah tulang tangan kanan, lecet di kepala dan memar kaki kiri,” ucapnya.

Saat ini, Adam sedang mendapatkan penanganan medis. Adam dirawat di rumah sakit dengan penjagaan intensif. “Kita membutuhkan keterangannya. Makanya, kita minta dokter memberikan tindakan terbaik agar cepat sembuh,” ungkapnya.

Adam sendiri, diduga sempat kabur dan melepaskan tanggungjawab. Pasalnya, saat kejadian, Adam tidak mau ditolong dan coba lari dari kerumunan korban bus lainnya. “Dia tidak mau ditolong terus turun ke bawah dan langsung menghilang,” terang Nasriadi.

Hasil keterangan sementara dari Adam, jelas Nasriadi, bus tersebut mengalami kendala rem. Bahkan dirinya sempat memberhentikan secara paksa bus tersebut. Satu diantaranya mengoper secara lamgsung dari gigi enam ke satu. Bahkan sempat menempelkan ke pinggir namun ada motor. Sehingga dirinya mengambil jalan pintas.

“Jalan pintas yang diambil ini membuat semakin parah dan banyak korban,” jelasnya.

Namun dirinya terus mendalami terkait hal tersebut. Termasuk akan membentuk tim untuk proses penyelidikan perkara. “Kita akan bentuk tim untuk proses penyelidikan perkara,” pungkasnya.

(feb/rmoljabar/pojokbandung)

loading...

Feeds

PKB Polisikan Ustad Yahya Waloni

Sekjend PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Ustad Yahya Waloni ke Bareskrim karena pernyataannya dianggap menghina Megawati Soekarnoputri, Ma’ruf Amin dan …