Berbelitnya Rantai Distribusi Cekik Para Petani di Kota Cimahi

Petani sayuran saat melakukan aktivitasnya (FOTO: RAMDHANI/RADAR BANDUNG )

Petani sayuran saat melakukan aktivitasnya (FOTO: RAMDHANI/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Permasalahan berbelitnya rantai distribusi hasil tani dari para petani, khususnya di Kota Cimahi, dinilai sangat merugikan para petani lantaran ada beberapa tahapan yang perlu dilalui.


Seperti diketahui, saat ini, petani yang mau menjual hasil taninya ke pasar, rata-rata harus melalui perantara dari tengkulak, yang kemudian menjadi penyalur ke pedagang di pasar.

Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Huzen Rachmadi, mengatakan dengan tidak efisiennya rantai distribusi tersebut, sangat berdampak pada pengahsilan para petani.

“Para tengkulak ini kan perannya sebagai middle man, mereka perantara dari petani ke pasar yang lebih besar. Nah ini yang akhirnya jadi kendala, karena ada beberapa tingkatan yang harus dilalui, untung petani harus diakui sangat kecil,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jumat (7/9/2018).

Huzen menyadari jika para petani seakan tak bisa terlepas dari jerat para tengkulak, yang memiliki koneksi dan jangkauan pemasaran lebih baik ketimbang para petani itu sendiri.

Untuk memangkas rantai distribusi pangan tersebut, salah satu upaya dari Pemerintah Kota Cimahi yaitu dengan memfasilitasi para petani menjual langsung produknya kepada para calon pembeli, melalui bazar pangan.

“Sampai saat ini, biasanya para petani yang ada hanya memasarkan hasil taninya di lingkungan sekitar, pasti tidak banyak juga untungnya. Kita coba ajak mereka mengenal calon pembeli lainnya dengan melaksanakan bazar pangan,” tuturnya.

Saat ini, rata-rata petani di Cimahi tersentralisasi di daerah Cimahi Utara. Huzen mengaku hasil tani di Kota Cimahi tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Alternatifnya, Dispangtan Kota Cimahi menerika pasokan sayur mayur dan kebutuhan lainnya dari luar daerah Cimahi.

“Masih sangat kurang, kita tidak bisa menghitung berapa ton hasilnya. Tapi kita akan terus mendorong peningkatan hasil produksi para petani,” ungkapnya.

Selain untuk memangkas rantai distribusi, bazar yang dilakukan kali ini juga untuk menyosialisasikan produk ikan dari Balai Benih Ikan Air Tawar, yang berada di daerah Cihanjuang.

“Kendalanya memang keberadaan BBIAT itu sangat menjorok ke dalam, susah ditemui. Dan tidak banyak orang tahu juga. Makanya dengan ikut bazar, masyarakat akan tahu kalau Pemerintah juga bisa menyediakan kebutuhan ikan air tawar dari balai benih ikan,” tegasnya.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …