Mediasi Gagal, Ahli Waris Duduki Kantor Disnak Jabar

Ratusan anggota LSM Manggala Garuda Putih, menduduki kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Foto:rmoljabar

Ratusan anggota LSM Manggala Garuda Putih, menduduki kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Foto:rmoljabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ratusan anggota LSM Manggala Garuda Putih, menduduki kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat di jalan Dago kota Bandung, terkait putusan eksekusi Mahkamah Agung no 444 P-K/P-D-T/1993/tanggal 29 April 1997, Kamis (5/9/2018).


Situasi sempat sedikit memanas, saat dilakukan mediasi dengan pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, yang bertahan tidak menyerahkan aset tanah dan bangunan.

Massa merangsek masuk ke halaman kantor, dan sempat terjadi saling dorong dengan aparat kepolisian.

“Kami menuntut hak untuk mengosongkan aset ini, karena sesuai dengan keputusan yang dimenangkan ahli waris sesuai putusan Mahkamah Agung no 444 P-K/P-D-T/1993/tanggal 29 April 1997,” ungkap Kuasa Hukum ahli waris Ucok Rolando.

Ucok menambahkan, pihaknya sudah menunggu selama 2 tahun proses eksekusi, namun kantor milik Pemprov Jabar yang berdiri di lahan sengketa itu tidak dikosongkan.

Sementara Kabag Bantuan Hukum dan Ham Pemprov Jabar Arif Najimudin mengatakan, pihak Pemprov masih bertahan karena hingga saat ini memiliki sertifikat yang belum di batalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Meski kasus sengketa lahan seluas 2910 meter persegi itu dimenangkan oleh ahli waris R.Cipta Adikusumah.

“Satu hal yang harus diselesaikan terkait pengosongan gedung. Sertifikat yang masih dimiliki sebagai barang milik negara, kita tidak bisa serta merta membatalkan dan harus ada upaya hukum lanjutan lewat PTUN,” jelasnya usia mediasi bersama ahli waris.

Arif juga mengatakan, hal itu akan dilaporkan ke atasannya, untuk pihak Pemprov menentukan sikap dan kebijakan, terkait putusan eksekusi lahan tersebut.

“Kami tidak bisa berbicara tentang aksi yang dilakukan karena ada bidang khusus,” ungkapnya.

Eksekusi lahan aset Pemprov Jabar itu, sebelumnya juga sudah pernah dilakukan. Namun mengalami jalan buntu. Eksekusi tanah dan bangunan seluas 2910 meter persegi itu, didasari atas kemenanhkan gugatan ahli waris dengan terbitnya putusan peninjauan kembali dari Mahkamah Agung nomor 444 P-K/P-D-T/1993/ tanggal 29 April 1997.

Selain itu juga diperkuat dengan surat Pengadilan Tinggi Jabar nomor W-11-U/3578/H-T-04-10/2012 yang ditunjukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Bandung untuk melaksanakan eksekusi.

(nie/rmoljabar/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …