Lagi, Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelundupan Ribuan Butir Pil Ekstasi

EKSPOSE: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung menunjukkan barang bukti ekstasi dan khat kering saat ekspose. ( NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG)

EKSPOSE: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung menunjukkan barang bukti ekstasi dan khat kering saat ekspose. ( NIDA KHAIRIYYAH/POJOK BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -Petugas Bea Cukai Bandung bersama Tim Interdiksi BNNP Jawa Barat mengagalkan penyelundupan Narkotika jenis Cathione (Khat kering) seberat 25 kg dan ekstasi 2003 butir yang dikirim melalui kiriman pos di Kantor Pos MPC Bandung 40400.

Selama 2018, Bea Cukai mengagalkan penyelundup narkotika sebanyak 19 kali. Penindakan khat kering sendiri, dilakukan 9 April 2018 dan 30 Mei 2018.


Barang kiriman dari Ethiopia tiba di Kantor Pos, dengan informasi yang tercantum dalam paket adalah teh hijau. Namun begitu, petugas tidak memercayai begitu saja, dan melakukan pemeriksaan terhadap kiriman tersebut.

“Setelah melalui pemeriksaan narco-test di Badan Penguji dan Identifikasi Barang Jakarta, menunjukkan barang tersebut narkotika golongan I jenis cathinone alias khat yang sudah dikeringkan,” ujar Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jawa Barat, Saifullah Nasution‎ didambakan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung, Onny Yuar Hanantyo, Rabu (5/9/2018).

Dalam paket tersebut akan diterima oleh seseorang perempuan berinisial LP yang beralamat di Bandung. Namun, hingga saat ini, penerima paket masih belum mengambil barangnya.

“Sedang kami telusuri bersama BNNP Jawa Barat,” tambahnya.

Nilai 25 ribu gram khat kering ini adalah Rp 7,5 juta dengan 5.000 jiwa bisa terselamatkan dengan penggagalan.  Atas kasus ini, pelaku dijerat Pasal 102 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Dan, Pasal 113 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dirinya terancam hukuman penjara hingga seumur hidup,” bebernya.

Sementara itu, penyelundupan ekstasi Bea Cukai mengungkapkan, berawal dari kecurigaan petugas terhadap kiriman paket dari Belgia yang ditujukan kepada LAA di Karawang.

“Hasil kecurigaan petugas terbukti, karena ekstasi ini disembunyikan dalam sol bagian bawah empat pasang sandal,” imbuhnya.

Saifullah menyebut, nilai dari ribuan ekstasi tersebut adalah Rp 1.001.500.000. Namun begitu, yang terpenting, menurut Saifullah, adalah sekitar 4.006 jiwa bisa terselamatkan berkat penggagalan yang dilakukan Bea Cukai, dengan asumsi satu butir ekstasi dapat dikonsumsi dua orang.

Loading...

loading...

Feeds

Menyongsong Peradaban Baru Era 5.0

SEIRING perjalanan hidup manusia beserta peradaban yang dilahirkannya, kemajuan industri dan teknologi kerap tercermin dari masa ke masa. Generasi demi …