Aduh… Rupiah Digencet Dollar, Pemerintah Harus Jujur Soal Ekonomi

Dollar dan rupiah

Dollar dan rupiah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ada cara jitu untuk meredam demo masyarakat terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Salah satunya adalah Pemerintah jujur tentang kondisi perekonomian saat ini.


Sekretaris Jenderal DPW PAN Jawa Barat Herry Dermawan mengatakan, keresahan masyarakat terhadap perekonomian tidak selalu identik dengan harus demo. Meskipun demo diperbolehkan oleh undang-undang, namun itu jalan terakhir bila kondisi tak kunjung berubah.

“Saya mengharapkan gak usah ada demo, tapi pemerintah segera tau (masalah) dan jujur,” kata Herry kepada RMOLJabar, Rabu (5/9).

Disinggung mengapa harus jujur, Herry menegaskan Pemerintah harus bicara apa adanya soal kondisi riil perekonomian. Pasalnya, hal itu tidak terjadi di pemerintahan saat ini.

“Udahlah harga beras itu Rp10 ribu, yah Rp10 ribu, gak usah bilang Rp6 ribu, beras rastra. Beras raskin dulu, sekarang beras rastra, sama saja itu aja banyak kutunya. Apa bedanya dulu BPJS, sekarang ada kartu indonesia sehat (KIS). Tinggal nama aja,” ketus angota Komisi II DPRD Jabar ini.

Selain itu, lanjut Herry, soal cicilan hutang juga mestinya tidak terjadi saling membantah antara Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Saat itu, Zulkifli menyebut besar pembayaran pokok utang pemerintah yang jatuh tempo pada 2018 sekitar Rp 400 triliun atau 7 kali lebih besar dari Dana Desa dan 6 kali lebih besar dari anggaran kesehatan adalah tidak wajar.

“Padahal Ketua MPR mengutip omongannya Menteri Keaungan, yang sekarang dibantah sendiri. Jujur itu barang mahal sekarang. Mudah-mudahan besok sudah murah,” pungkas Herry.

(feb/rmoljabar/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …