Nyawa Kakek Basir Melayang setelah Masuk Sumur

EVAKUASI: Petugas kepolisian bersama Damkar KBB mengevakuasi jasad Basir, yang tewas di dasar sumur setelah berupaya mengambil ayam yang tercebur ke sumur sedalam 17 meter itu

EVAKUASI: Petugas kepolisian bersama Damkar KBB mengevakuasi jasad Basir, yang tewas di dasar sumur setelah berupaya mengambil ayam yang tercebur ke sumur sedalam 17 meter itu

POJOKBANDUNG.com,CIKALONGWETAN – Mencoba menyelamatkan ayam milik anaknya,nasib nahas dialamioleh Basir bin Ardih (76) warga Kampung Lapang, RT 05/04, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pria yang berprofesi sebagai penggali sumur ini tewas setelah berusaha keluar dari sumur milik Ujang Oman (35) sedalam 17 meter yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Insiden itu terjadi Sabtu (1/9) pukul 07.00 WIB, ketika korban berusaha mengambil seekor ayam yang tercebur ke dalam sumur yang berdiameter satu meter tersebut. Korban lalu turun tanpa alat pengaman dengan menapaki lubang yang dibuatnya di dinding sumur. Korban sebenarnya sudah berhasil mencapai dasar sumur dan memgambil ayam. Tapi, ketika korban hendak naik dan mencapai permukaan sumur, dia terjatuh.

“Sebenarnya korban sudah berhasil menyelamatkan ayamnya, tetapi sekitar dua meter menjelang permukaan sumur dia terpeleset dan jatuh,” ungkap Kapolsek Cikalong Wetan AKP Sutarman kepada wartawan, Sabtu (1/9/2018).

Menurutnya, anak korban sempat berusaha menolong dengan turun ke dasar sumur. Namun, anak korban tidak mampu mengangkat tubuh orang tuanya seorang diri, bahkan sempat kehabisan napas sehingga langsung kembali naik ke permukaan sumur. Kemudian, sang anak dan warga meminta pertolongan pihak kepolisian dan petugas Damkar KBB. Selang beberapa menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan segera mengevakuasi korban.

Setelah berupaya keras, pukul 09.00 WIB korban berhasil diangkat, namun kondisinya sudah meninggal. Di tubuh korban terdapat luka sobek di bagian hidung kurang lebih 3 cm, luka sobek pada kulit kepala, dan mengeluarkan darah dari hidung, yang diprediksi terkena benturan mesin jet pump yang menggantung di dalam sumur.

Jenazah korban lalu dimandikan dan langsung dikuburkan. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah.

“Korban diangkat dengan alat khusus dari Damkar KBB. Sedangkan soal dugaan adanya gas beracun, saya pastikan tidak ada karena korban diduga kehabisan oksigen saat di dalam sumur,” tuturnya.

Wakil Komandan Rescue Regu Satu Damkar KBB Iwan Lesmana menyebutkan, evakuasi korban melibatkan enam personel, dibantu warga dan petugas kepolisian, yang dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit. Proses evakuasi pun berlangsung tanpa hambatan dan kendala.

“Tiba di lokasi kami langsung pasang alat tripod lalu petugas kami ada yang turun dan standby di permukaan untuk mengangkat tubuh korban,” ucapnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds