Lagi-Lagi, Mesin Parkir di Kota Bandung Kembali Dipermasalahkan

Ilustrasi.( Foto:riana setiawan/pojokbandung)

Ilustrasi.( Foto:riana setiawan/pojokbandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Keberadaan mesin parkir disejumlah titik di Kota Bandung terus menuai sorotan. Dalam perjalanannya hampir satu tahun pascapeluncuran dan pengoperasian, dinilai belum membuahkan hasil. Bahkan sejumlah organisasi kemasyarakatan mempertanyakan keberadaan mesin buatan asal jerman itu.

Kali ini, Organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam Manggala Garuda Putih menyampaikan aspirasi ihwal keberadaan mesin parkir. Ketua DPC Manggala Garuda Putih Kota Bandung, Ijudin mempertanyakan, mengapa menggunakan mesin parkir buatan Swedia. Padahal, masih ada mesin parkir buatan Jerman yang lebih murah.

“Karena ada selisih harga, kami menilai ada kerugian negara akibat pengadaan barang ini. Karenanya, kami akan melaporkan hal ini ke KPK dan akan meminta instansi terkait mengadakan penyelidikan,” paparnya.

Ijudin juga mengatakan keberadaan mesin parkir di Kota Bandung tidak efektif. Mengingat tidak semua warga atau pengendara bersedia menggunakannya.

“Ini merupakan pemborosan, mubazir ada 445 unit mesin parkir di 221 titik yang menghabiskan anggaran Rp80 milyar,” katanya.

Menurut Ijudin, seharusnya keberadaan pak ogah dan juru parkir (jukir) tidak dihilangkan. Sebaliknya, Ijudin meminta keberadaan mereka diberdayakan sebagai bagian dari pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, pemilihan produk dari Swedia karena sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Jadi sudah ditentukan spesifikasi barang yang harus dibelanjakan. Jadi tidak harus berasal dari negara mana-mana, yang penting spesifikasi dan harganya sesuai,” papar Didi.

Terkait efektifitas keberadaan mesin tersebut, Didi mengatakan, pemasukan PAD dari mesin parkir sudah ada namun belum optimal. Didi menyebut, pihaknya tengah berupaya melakukan sosialisasi guna optimalisasi mesin parkir tersebut.

“Kami melakukan uji petik dibeberapa titik, seperti di Jalan Braga, Jalan Otista dan Jalan Jenderal Sudirman. Di semua titik ini, dijaga oleh petugas Dishub, dicatat berapa kendaraan yang keluar masuk,” paparnya.

“Dari catatan ini akan diketahui berapa potensi yang bisa diperoleh. Jadi Jukir di kawasan ini, bisa ditarget pendapatan per harinya, karena sudah ada catatan,” sambung dia.

Didi juga mempersilahkan, jika masalah ini dilaporan ke KPK. Ia beranggapan semua sesuai dengan prosedur dan tidak ada yang dilanggar.

“Silahkan kalau mau ada yang melapor ke KPK. InsyaAllah tidak ada prektek korupsi dikegiatan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Bandung, Ade Fahrurozi meminta, Dishub Kota Bandung harus cepat melakukan perbaikan dan mengefektifkan mesin parkir tersebut.

“Misalnya begini, jika disatu lokasi mesin parkir tidak efektif, segera pindahkan ke lokasi lain yang lebih efektif,” ucap dia.

Kemudian, lanjut dia, pembinaan terhadap jukir harus lebih gencar. Pasalnya, mereka (jukir) menjadi garda terdepan untuk mengarahkan dan menyosialisasikan keberadaan dan manfaat mesin parkr.

“Ini harus segera dibenahi. Kritik dari masyarakat harus jadi pemicu untuk lebih baik,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar IndonesiaNext 2019

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT sebagai program yang menyasar pada peningkatan keahlian profesional para mahasiswa sebagai persiapan SDM yang unggul.