Korban Penembak Koboi Pasteur Masih Belum Membaik

ILustrasi

ILustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Misteris penembakan oleh Koboi Pasteur terhadap wanita berinisial H (21) terus bergulir, saat ini H masih meringkuk di rumah sakit dengan keadaan yang masih belum sempurna dan beberapa organ tubuh yang belum pulih 100 persen.

Wakil Kepala IGD, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Doddy Tavianto mengatakan, pasien H, Pada jumat 31 Agustus masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS atas rujukan dari RS Dustira kemudian pukul 12:26 WIB sampai RSHS, dalam keadan pasien sadar dan dapet tekanan darah jauh dari normal dan tekanan darah hanya 82.50, sedangkan detak jantung 48:50 menit.

Doddy menjelaskan, kekuatan otot tangan manusia normal hanya lima sedangkan H itu kekuatan ototnya tangan dua sedangkan kaki 0 terus di IGD, dokter lakukan penanganan pertama seperti pasang infus dan berikan obat.

Tepat pada pukul 22.00 diberi tindakan oprasi dilakukan bedah sarap dan oprasi. Kemudian didapatkan selama operasi serpihan peluru.

“Korban memiliki tiga luka, bekas lubang dengan ukuran dua mili meter, dibuatkan keretakan pada ruas tulang leher, faktor ini lah yang membut kekuatan otot dan kaki nona H kurang,” ujarnya di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/9/2018).

Menurut dia, korban saat datang memang memiliki tiga luka, untuk lubang ada dileher bagian belakang, leher kanan samping dan ketiga ada diatas tulang belikat tangan, untuk luka ditangan itu akibat pecahan kaca.

Sedangkan proses operasi kemarin dari leher bagian belakang di jumpai proyektil peluru disamping itu dibersihkan luka tersebut.

“Peluru itu menghantam tulang belakang dileher tulang ke enam, itu sostem tulang pusat dan itu kuncinya saraf,”ungkapnya.

Akibatnya, kata dia, pasien mengalami tekanan darah dan mengalami lemah otot tangan dana kaki. Dengan lubang dua cm diameter dan kedalaman dari permukan kulit sampai ke ruas tulang leher sekitar lima cm. Pasien harus menunggu sampai pulih total.

“Proyektil pelurunya sudah serpihan  dengan diameter lubang dua mili. Kedepanya kalau kaki tangan belum berpungsi kita berikan obat penguat saraf dan kita lakukan fisio terafi,”sambungnya.

Lanjut Doddy, terkait korban akan mengalami kelumpuhan atau tidak hal tersebut tidak bisa di indentifikasi pasti, mengingat kelumpuhan dilihat dari digerakan atau tidaknya organ tubuh tersebut, jangan sampai tidak digerakan karena itu harus bergerak, untuk bisa normal kembali RSHS tidak tau sejauh mana kerusakan yang diakibatkan pelurunya.

“Untuk identifikasi itu memerlukan waktu cukp lama,” jelasnya.

Sebelumnya Doddy juga menjelaskan, keadaan saat ini pasien sudah bernafas sendiri dan RSHS tidak mendapat kemajuan fungsi otot kedua tangan dan kedua kaki, pasien masih menggunakan obat untuk kerja jantung dan tekanan darah.

“Pasien akan pindahkan ke High Care Unit, secara umum sudah baik sudah makan dan minum, namun tangan dan kaki blm ada perbaikan,” kata Doddy.

“Kedepanya kalau kaki tangan belum berfungsi kita berikan obat penguat saraf dan kita lakukan Fisioterapi,”pungkasnya.

(azs/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Jokowi Tolak Terbitkan Perppu KPK

Pembahasan rancangan undang-undang (RUU) di akhir masa jabatan DPR 2014–2019 berlangsung dinamis. Mulus mengegolkan UU KPK, langkah pemerintah dan DPR …

BPJSTK Mengajar Edukasi Pelajar SD Cibentar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat berbagi ilmu pengetahuan dan memberikan semangat kepada siswa Sekolah Dasar (SD) …