Pemerintah Kembangkan Tembakau Manohara dan Jablay

Ilustrasi Tembakau

Ilustrasi Tembakau

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bahan baku rokok (tembakau) adalah komoditi terbesar setelah cengkeh, kopi dan teh. Tanaman yang dapat tumbuh pada cuaca ekstream itu dinilai sebagai penyumbang PAD terbesar walaupun banyak regulasi yang membatasi pengembangan tembakau.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Pemasaran dan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan Jawa Barat, Yeyep Sudrajat mengatakan, di periode 2018 pihaknya merilis 11 variates tembakau baru misalnya tembakau manohara.

“Ada 11 varian terbaru, termasuk pengembangan tembakau Jablay atau rayud,” ucap Yeyep kepada Radar Bandung, Minggu (2/9).

Kata Yeyep, pengembangan ke-11 variates tembakau baru itu membuktikan bahwa tanaman tersebut bisa terus tumbuh aktif tanpa kendala cuaca apapun.

“Tembakau adalah tanaman yang dapat tumbuh dicuaca ektream, jadi sangat cocok untuk dikembangkan karena nilai ekonomisnya tinggi,” jelasnya.

“Makanya kami akan terus mengupayakan agar petani tembakau sejahtera baik dari segi finansial atau hasil panen,” sambungnya.

Yeyep menyebut, selain beberapa tembakau yang sudah dikenal sebagai tanaman terbaik asal Jabar ada juga varian lain yang tak kalah bagus seperti tembakau ampenan, sukadana, srintil, sak, temanggungan, Pangandaran, palawija dan tembakau mole yang hanya bisa ditanam di daerah Jabar.

“Melihat potemsi itu Pemprov Jabar akan terus mendukung dengan memberikan pelatihan-pelatihan bagi petani agar bisa menghasilkan tembakau terbaik dan jumlah panen yang terus meningkat di setiap tahunnya,” paparnya.

Mengenai regulasi daerah yang seakan membatasi ruang gerak para petani, Yeyep menjelaskan, peraturan tersebut dikeluarkan memang benar adanya namun tidak akan menghambat petani dalam berproduksi.

“Regulasi memang ada, tapi saya kira itu tidak akan menggangu. Nanti kita duduk bersama membicarakan bagaimana jalan keluar agar sama-sama enak,” tuturnya.

Meski banyak petani yang merasa dirugikan dengan regulasi pemerintah, namun Yeyep berujar bahwa tanaman tembakau masuk sebagai salah satu komoditi terbesar di Jabar. Hal itu dianggap Yeyep sebagai pembuktian bahwa meski ada regulasi, tapi petani dapat terus memproduksi sehingga menghasilkan tembakau terbaik se-Indonesia.

“Kita terus cari jalan kelaurnya. Agar baik petani atau pemerintah bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

(fid)

loading...

Feeds

finance

PT. WOM Finance Salurkan CSR ke 21 Masjid

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – PT. Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finance memberikan bantuan sarana ibadah kepada 21 mesjid di Indonesia. Pemberian bantuan …

58 Tahun Bjb, Tandamata untuk Negeri

Menginjak usia yang ke 58 tahun, bank bjb bertekad terus bersinergi, berinovasi untuk melahirkan layanan terbaiknya bagi masyarakat Indonesia. 

Gerakan People Power Tak Natural

Bandung – Sejumlah tokoh agama dan alim Ulama di Bandung Raya menilai pengerahan masa atau People Power adalah mekanisme yang …

Amin Rais Cederai Nilai-nilai Demokrasi

Gerakan People Power yang di gembor-gemborkan elit politik dan beberapa tokoh di Jakarta, dinilai Dekan FISIP Universitas Pasundan Bandung, M.Budiana …