Gegara Andi Arief Mangkir, Bawaslu Nyatakan Mahar Politik Sandiaga Uno Tak Terbukti

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno usai mendaftarkan diri ke KPU RI, Jumat (10/8/2018).

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno usai mendaftarkan diri ke KPU RI, Jumat (10/8/2018).

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menyatakan, kasus adanya dugaan mahar politik oleh Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak dapat dibuktikan secara hukum. Ihwal adanya hal ini dikatakan Ketua Bawaslu Abhan.


“Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum,” kata Abhan melalui keterangannya, Jumat (31/8/2018).

Abhan menjelaskan, salah satu pertimbangan Bawaslu menyatakan kasus ini tidak memenuhi unsur pelanggaran karena keterangan saksi-saksi yang diajukan pelapor hanya mengandalkan keterangan dari orang lain (testimonium de auditu). Saksi tak berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

“Para saksi tidak melihat, mendengar atau mengalami secara langsung peristiwa yang dialami oleh pelapor,” ujarnya.

Menurut Abhan, sebetulnya ada tiga orang saksi yang diajukan Forum Indonesia Bersatu (Fiber) selaku pelapor. Namun, Andi Arief, salah satu saksi, tiga kali mangkir dari undangan Bawaslu. Andi sedianya diminta memberikan klarifikasi atas cuitannya di media sosial Twitter, di mana kasus ini pertama kali mengemuka.

“Ketidakhadiran Andi Arief memenuhi undangan Bawaslu menjadikan laporan ini tidak mendapatkan kejelasan,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata Abhan, keterangan Andi dalam kasus ini sangat krusial. Pasalnya, Andi adalah satu-satunya sumber informasi yang diajukan pelapor maupun saksi yang menyatakan peristiwa yang mereka ceritakan bukan peristiwa yang mereka lihat.

“Mereka hanya mengetahui dari akun Twitter @AndiArief,” jelas Abhan.

Sebelumnya, Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) melapor ke Bawaslu terkait dugaan kasus mahar politik dari Sandiaga Salahudin Uno ke PAN dan PKS yang disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Andi menyebut PKS menerima Rp500 miliar dan PAN sebanyak Rp500 miliar. Selanjutnya, Bawaslu pun memanggil Andi untuk memberikan keterangan. Namun selama tiga kali pemanggilan oleh Bawaslu, Andi selalu mangkir.

(rdw/jpc/pojoksatu/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …